Berapa Batas Aman Konsumsi Gula pada Anak Balita?

kumparan Dipublikasikan 10.03, 28/01 • Bella Cynthia Ratnasari
Es krim, salah satu makanan manis yang disukai anak balita Foto: Shutterstock

Rasanya hampir sebagian besar anak dan balita sangat menggemari makanan manis. Cokelat, permen, biskuit, kue hingga es krim jadi sederet camilan yang kerap dimintanya.

Ya Moms, manis merupakan rasa favorit karena sedari kecil kita sudah dapat mengenalnya melalui ASI. Maka jangan kaget bila anak Anda jadi penggemar manis.

"(Sewaktu kecil) rasa manis membuat kita nyaman, tidak menangis," ujar Professor gizi medik, Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc.

Selain memberikan rasa manis, gula juga punya beberapa manfaat. Misalnya saja sebagai sumber energi, karena gula termasuk karbohidrat.

Ilustrasi batasan gula yang boleh dikonsumsi anak balita Foto: Shutter Stock

Meski menjadi sumber energi, tentu mengkonsumsi segala sesuatu yang berlebih juga tidak baik untuk kesehatan. Bila si kecil terlalu banyak dan sering makan makanan yang mengandung gula dalam jumlah tinggi, maka berbagai risiko yang mengintai antara lain: merusak giginya sehingga gigi menjadi bolong dan harus ditambal atau bahkan dicabut.

Apa lagi? Gula juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Bila si kecil mengalami obesitas maka rentan terkena berbagai penyakit, seperti diabetes, jantung dan penyakit berbahaya lainnya.

Lantas berapa batas aman anak balita boleh konsumsi gula? dr Saptawati menuturkan, sebaiknya bagi anak yang berumur di bawah 4 tahun, maksimal mengkonsumsi gula sebanyak 4 sendok teh, Moms.

"1 sendok teh sekitar 4 gram jadi (total) 16 gram," katanya saat memaparkan materi dalam acara Journalist Masterclass di FKUI, Salemba, Jakarta pada (27/1).

Sementara untuk anak yang berusia 4 hingga 7 tahun maksimal mengkonsumsi 18 sampai 20 gram gula atau setara dengan 4,5 sendok teh gula. Kemudian anak berumur 7 sampai 10 tahun maksimal mendapatkan 6 sendok teh atau maksimal 23 gram gula sehari.

Anak makan permen karet. Foto: Thinkstock

Lebih lanjut, dr Saptawati juga mengungkap bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO), menyarankan konsumsi gula dibatasi maksimal 10 persen dari asupan kalori total. Misalnya, asupan total kalori anak sebesar 2 ribu maka konsumsi gula adalah 200 kalori atau sekitar 50 gram, Moms.

Yang perlu orang tua ingat, kandungan gula juga berada ke dalam berbagai makanan manis. Alias bukan hanya penggunaan gula pasir saja.

"Ini sudah diatur banget kadang di bahan makanan sudah ada (kandungan) gulanya," tambah dr Saptawati.

Ya Moms, Anda juga perlu peka dan teliti dengan kandungan gula tambahan di beberapa makanan anak. dr Saptawati menjelaskan bahwa survei diet total tahun 2014 membuktikan bahwa makanan yang disukai anak, seperti jeli, cokelat, sirup, hingga permen mengandung tambahan gula yang banyak. Karena itu, sebaiknya tetap biasakan anak agar membatasi konsumsi makanan manis.

Artikel Asli