'Benzema Adalah Pemain yang Paling Kurang Diapresiasi di Dunia'

kumparan Dipublikasikan 10.57, 18/09/2019 • Yoga Cholandha
Karim Benzema, striker komplet yang bisa melakukan segalanya. Foto: Reuters/Susana Vera

Karim Benzema adalah pemain paling kurang diapresiasi di dunia. Begitu kata pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel, jelang pertandingan Liga Champions menghadapi Real Madrid, Kamis (19/9/2019) dini hari WIB.

Sejak diambil alih Qatar Investment Group (QSI) pada 2011 silam PSG tak henti-hentinya berusaha untuk menjadi kekuatan besar di Eropa. Langkah paling besar yang mereka lakukan demi mewujudkan ini adalah dengan mendatangkan Kylian Mbappe dan Neymar Junior dua tahun lalu.

Meski demikian, upaya PSG itu terus mengalami ganjalan. Sejak 2011 tadi mereka sama sekali tidak pernah bisa lolos dari perempat final Liga Champions. Real Madrid adalah salah satu tim yang pernah mengubur mimpi PSG tersebut.

Pada musim 2017/18 PSG dan Real bertemu di babak 16 besar. Dalam dua leg PSG selalu menelan kekalahan sehingga harus tersingkir dengan agregat 2-5. Ketika itu yang menjadi bintang kemenangan Real adalah Cristiano Ronaldo dengan torehan tiga golnya.

Cristiano Ronaldo membobol gawang PSG di 16 besar Liga Champions 2017/18. Foto: AFP/Franck Fife

Kini, Ronaldo sudah tak lagi bersama Real Madrid. Meski demikian, Tuchel menilai bahwa El Real masih punya sosok pemain berbahaya dalam diri Benzema. Pemain asal Prancis itu, kata Tuchel, bisa melakukan segalanya.

"Rasanya dia sudah berada di Real Madrid selama 25 tahun," kata Tuchel dalam jumpa pers jelang pertandingan. "Kami menyaksikan dia bermain melawan Levante dan penampilannya sungguh mengerikan. Dia adalah pemain paling kurang diapresiasi di dunia ini."

"Dia begitu berkelas dan sulit sekali dikawal karena dia tidak cuma bermain sebagai nomor sembilan. Dia bermain melebar dan mau menjelajah ke mana-mana. Dia punya banyak kualitas dan mampu mengirim umpan silang dengan baik. Sundulannya juga bagus. Bisa bilang apa lagi aku?" lanjut Tuchel.

Benzema sejauh ini memang sudah tampil cukup baik di La Liga. Dari empat pertandingan dia mencetak empat gol dan satu assist. Hanya striker Villarreal, Gerard Moreno, yang torehan golnya lebih banyak.

Menghadapi PSG nanti, ada sebuah tantangan spesial yang akan berdiri di hadapan Benzema. Tantangan itu mewujud dalam diri Keylor Navas. Kiper asal Kosta Rika itu resmi dilepas oleh Real Madrid pada bursa transfer lalu.

Keylor Navas, penjaga gawang andalan baru PSG. Foto: Reuters/Gonzalo Fuentes

Navas sebenarnya layak untuk disebut sebagai legenda klub, terutama atas kontribusinya dalam membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions tiga kali. Namun, pelatih Los Blancos, Zinedine Zidane, bersikeras untuk memainkan Thibaut Courtois sebagai kiper utama tim.

Navas pun akhirnya harus angkat kaki ke PSG. Sekarang, mantan penjaga gawang Levante itu diharapkan Tuchel mampu menularkan pengalamannya ke skuat Les Parisiens.

"Tentu saja ini laga spesial baginya. Dia sempat lama menjadi kiper Real Madrid dan meraih banyak kesuksesan," kata Tuchel.

"Posisi kiper ini spesial karena kamu harus bertanggung jawab atas kesalahanmu sendirian. Akan tetapi, dia punya mental yang kuat. Itulah mengapa dia bisa bermain di Real Madrid. Aku senang dia jadi bagian dari kami sekarang. Dia selalu tersenyum, tenang, dan bersemangat," tutup pria Jerman itu.

Artikel Asli