Benarkah Sektor Otomotif Indonesia Masih Menarik bagi Asing?

Bisnis.com Dipublikasikan 10.43, 02/07 • Dionisio Damara
Pekerja sedang menyelesaikan pekerjaan di salah satu pabrik mobil./Ilustrasi
Secara keseluruhan, pembukaan sejumlah pabrik baru oleh tujuh perusahaan asing bakal menyerap sedikitnya sekitar 30.000 tenaga kerja.

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian menilai keputusan sejumlah perusahaan komponen asing yang merelokasikan pabriknya ke Indonesia telah menunjukkan bahwa industri otomotif nasional masih menarik.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan bahwa hal tersebut menjadi bukti jika industri otomotif Indonesia masih mempunyai daya tarik besar meski di tengah krisis akibat virus corona.

“Relokasi-relokasi ke Indonesia cukup menggembirakan. Pak Presiden mengapresiasi bahwa kalau beberapa tahun lalu relokasinya tidak ada ke Indonesia, kali ini banyak yang relokasi ke Indonesia,” ujarnya dalam diskusi daring, Rabu (1/7/2020).

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa tujuh perusahaan asing telah memastikan merelokasi pabrik ke Indonesia. Ketujuh perusahaan asing itu adalah PT Meiloon Technology Indonesia, PT Sagami Indonesia, PT CDS Asia, PT Kenda Rubber Indonesia, PT Denso Indonesia, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, dan PT LG Electronics Indonesia.

Adapun, beberapa perusahaan di antaranya bergerak di industri komponen otomotif. Sagami, misalnya, merupakan perusahaan elektronika untuk komponen kendaraan bermotor. Mereka berencana merelokasi pabrik dari Shenzen, China.

Perusahaan tersebut menilai bahwa biaya produksi di Indonesia lebih kompetitif dibandingkan China. Sagami akan menyerap lebih dari 6.500 tenaga dengan nilai investasi US$50 juta.

Ada pula Denso. Perusahaan yang bergerak pada industri suku cadang kendaraan bermotor ini akan merelokasi pabrik dari Jepang ke Batang, Jawa Tengah. Pabrik ini akan membuka lapangan pekerjaan baru sebanyak lebih dari 1.500 orang dengan nilai investasi US$138 juta.

Secara keseluruhan, pembukaan sejumlah pabrik baru itu diperkirakan membuka lapangan kerja baru dan menyerap sedikitnya sekitar 30.000 tenaga kerja.

Artikel Asli