Belum Resmi Dibuka, Objek Wisata Pantai Kota Tegal Ramai Dikunjungi

kumparan Dipublikasikan 08.18, 02/06/2020 • PanturaPost
Pengunjung bersantai di bawah pohon di objek wisata PAI, Selasa (2/6/2020). (Foto: Setyadi)

TEGAL- Sempat tutup total selama hampir tiga bulan setelah wabah corona merebak, aktivitas pariwisata di objek wisata Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal mulai kembali menggeliat.

Sejumlah pedagang sudah kembali menggelar usahanya, dan wisatawan mulai berdatangan. Padahal PAI secara resmi akan dibuka untuk umum pada Agustus 2020.

Perlahan namun pasti, ramainya aktivitas PAI terjadi sejak Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mencanangkan Kota Tegal masuki tatanan normal baru atau new normal sejak Sabtu (30/5/2020).

Pantauan Panturapost.com di lapangan Selasa (2/6/2020), banyak pedagang yang sudah mulai beroperasi, namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seperti menyediakan tempat cuci tangan, pedagang menggunakan masker, dan menyediakan tempat duduk berjarak.

Meski gerbang masuk utama masih tertutup, banyak pengunjung yang masuk lewat pintu samping. Petugas dari Dinporapar berjaga di pintu samping sebelah barat.

Belum ada ticketing secara resmi, hanya saja pengunjung dikenakan biaya parkir kendaraan oleh pengelola warga setempat. Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat, dan Rp 3.000 untuk sepeda motor. Kendaraan juga dilarang mendekat ke pantai.

Petugas gabungan termasuk dari Pam Obvit Polres Tegal Kota terus berkeliling mengingatkan pedagang dan pengunjung agar menerapkan protokol kesehatan.

New Normal

Menurut salah satu pedagang, Erna, PAI sudah mulai kembali dikunjungi wisatawan sejak Wali Kota Dedy Yon meninjau kesiapan PAI atau sehari setelah new normal, Minggu (31/5/2020). Saat itu, Dedy dan sejumlah pejabat bahkan menjajal jetski yang rencananya akan dioperasikan saat PAI resmi dibuka.

Pedagang PAI mulai menjajakan dagangannya bersiap menyambut pengunjung, Selasa (2/6/2020). (Foto: Setyadi)

"Alhamdulillah sudah mulai ramai. Sejak Pak Wali berkunjung," kata Erna.

Erna sendiri mengaku sudah menganggur hampir tiga bulan. Tepatnya sejak 16 Maret, di mana PAI resmi ditutup untuk umum sejak pandemi corona merebak.

"Tiga bulan tidak ada penghasilan, sejak lockdown karena virus corona. Semoga wabah cepat hilang, Tegal tetap zona hijau, dan ekonomi tetap berjalan. Biar PAI ramai seperti dulu lagi," kata Erna.

Erna sendiri menyediakan sarana cuci tangan. Pengunjung yang datang ke tempatnya, harus cuci tangan dan mengenakan masker. Menjaga protokol kesehatan new normal sudah disepakati bersama antara pedagang dan pengelola. "Kalau tidak pakai masker tidak boleh. Kita semua sudah sepakat," kata Erna.

Salah satu pengunjung Ahmad Mulyono (43) sengaja datang bersama keluarganya dari Tarub, Kabupaten Tegal.

"Dapat info dari saudara, katanya PAI sudah bisa dikunjungi. Bersama keluarga khususnya anak-anak refreshing untuk menghilangkan kejenuhan," kata Ahmad.

Ahmad mengaku mengapresiasi kinerja Pemkot Tegal yang bergerak cepat menangani pandemi corona. Sehingga Kota Tegal masuk zona hijau dan bisa menerapkan new normal.

"Mudah-mudahan kota lain bisa segera menyusul. Kasihan warga agar ekonomi kembali tumbuh. Yang jelas kita harus terus berdoa kepada Allah SWT. Dan tetap menjaga perilaku hidup sehat," ungkapnya.

Kepala Bidang Pariwisata Abdan Harimurti mengatakan, PAI rencananya akan dibuka secara resmi pada Agustus mendatang. Meski demikian, tak menutup kemungkinan akan dibuka dalam waktu dekat dengan mempertimbangkan banyak aspek.

"Sementara memang masih uji coba istilahnya, dan bisa jadi buka tutup. Namun yang jelas, setiap pengunjung ataupun pedagang dan pengelola wajib memperhatikan protokol kesehatan," pungkas Abdan. (Setyadi)

***

*kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!

Artikel Asli