Belum Ada Kulkas, Manusia Purba Sudah Simpan Makanan Buat Besoknya

Kompas.com Dipublikasikan 13.04, 15/10/2019 • Kontributor Sains, Monika Novena
Ilustrasi manusia purba berburu dan membunuh kukang tanah raksasa.

KOMPAS.com - Kebiasaan menyimpan makanan untuk dikonsumsi di hari berikutnya ternyata sudah ada sejak dahulu kala. Hal ini dibuktikan oleh temuan di sebuah gua di Israel dari 420.000-200.000 tahun yang lalu.

Gua Qesem yang berjarak sekitar 12 km dari Tel Aviv tersebut diidentifikasi sebagai situs permukiman manusia purba.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Science Advances, terungkap kalau manusia prasejarah saat itu menyimpan sumsum tulang sehingga mereka bisa memakannya di lain waktu.

Belum diketahui spesies hominin mana yang melakukan penyimpanan makanan ini. Namun hal ini setidaknya memberikan gambaran lebih luas lagi, bahwa manusia prasejarah menunjukkan banyak perilaku modern, termasuk memahami jika makanan mungkin tidak tersedia di masa depan.

Baca juga: Bayi Prasejarah Juga Minum Susu Pakai Botol, Ini Buktinya

Sumsum tulang sendiri sangat bergizi sehingga akan menjadi sumber makanan yang berharga bagi manusia purba.

"Ini merupakan bukti paling awal dari perilaku menyimpan makanan dan membuka wawasan sosial ekonomi manusia yang tinggal di Qesem," ujar Ruth Blasco dari Pusat Penelitian Nasional Evolusi Manusia Spanyol.

Blasco mulai bekerja di situs Qesem pada 2011 untuk menganalisis fauna yang ditemukan di sana. Ia lantas menyadari ada tanda-tanda yang tidak biasa pada tulang-tulang hewan yang terdapat di gua.

Setelah menganalisis hampir 82.000 tulang-tulang hewan, ia bersama tim kemudian dapat menyimpulkan bahwa sumsum tulang disimpan untuk dikonsumsi di kemudian hari.

"Tulang hewan buruan seperti rusa dipotong dengan unik. Tulang masih tertutup dengan kulit untuk membantu mengawetkan sumsum sehingga bisa dikonsumsi saat dibutuhkan, bahkan berminggu-minggu setelah hewan itu mati, " jelas Blasco lagi.

Baca juga: Kali Pertama, Ilmuwan Ungkap Burung Prasejarah Berwarna Biru

Selama ini orang-orang Paleolitik diyakini sebagai pengumpul pemburu. Mereka mengonsumsi apa pun yang ditangkap pada hari itu dan bertahan dalam kelaparan ketika sumber makanan langka.

Namun, ternyata bukti menunjukkan jika manusia di Gua Qesem cukup canggih, cerdas, dan berbakat untuk mengawetkan tulang hewan dalam kondisi tertentu dan ketika diperlukan mereka baru memakannya.

"Tulang-tulang yang sengaja ditumpuk untuk dimakan kemudian hari juga menunjukkan adanya antisipasi kebutuhan pangan di masa depan," kata Blasco.

Blasco juga percaya bahwa temuan ini hanyalah awal dari pemahamanan bagaimana manusia prasejarah menyimpan makanan. Peneliti berasumsi aktivitas tersebut terjadi karena sumber makanan mulai berkurang, menyebabkan manusia prasejarah harus mengembangkan dan menemukan cara hidup baru.

"Perilaku semacam ini memungkinkan manusia untuk berevolusi dan masuk ke dalam sosial ekonomi yang jauh lebih canggih," paparnya.

Selanjutnya para peneliti ingin terus mengekpolorasi teknik penyimpanan di zaman kuno lainnya, seperti lemak hingga produk yang mudah rusak lainnya.

Penulis: Kontributor Sains, Monika NovenaEditor: Shierine Wangsa Wibawa

Artikel Asli