Bejo Sugiantoro Menyayangkan Nasib PSIS yang Tak Dapat Pemasukan dari Penjualan Tiket

Bolalob Diupdate 19.38, 19/09/2019 • Dipublikasikan 06.00, 20/09/2019 • Kukuh Wahyudi

Duel jebolan tim Perserikatan antara PSIS vs Persebaya di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Jumat (20/9/2019) bisa berlangsung hambar. Hal itu tak lepas dilarangnya laga tersebut berlangsung dengan kehadiran suporter.

Panitia pelaksana pertandingan PSIS tidak mendapatkan izin keamanan untuk menghadirkan kelompok dua suporter. Alhasil, tribun penonton yang seharusnya bisa dipenuhi suporter kedua tim bakal sepi bagai stadion tak terpakai.

Asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro, menganggap kondisi ini merugikan kedua tim. Tidak hanya dilihat dari segi taktikal saja, tapi juga secara materi.

“Semua mendapat kerugian yang sama. Tidak hanya Persebaya, tetapi PSIS juga dirugikan karena tidak ada pendapatan,” ujarnya dalam sesi jumpa pers.

“Sebenarnya, Bonek dan Bonita sudah begitu antusias dengan laga ini. Suporter Persebaya ingin datang ke stadion, tak hanya mendukung langsung. Tetapi juga menjalin silahturahmi dengan pendukung PSIS,” tutur Bejo melanjutkan.

Namun, Bejo sadar keputusan yang diambil oleh pihak keamanan sudah diambil dengan berbagai pertimbangan. ia pun sangat memahaminya.

“Seandainya besok bisa ditonton, kan lebih enak. Ada entertaint-nya di lapangan yang dipertontonkan para pemain. Tetapi ini keputusan dari pihak kemanan dan federasi. Kita selaku pesepakbola harus tunduk dan bisa terus berjalan,” ujar eks bek timnas itu.

View this post on Instagram

RS14 : "Yang jelas kami selalu rendah hati dan jika Tuhan ijinkan, besok kita bisa mendapat hasil yang baik" _ #Persebaya #shopeeliga1

A post shared by Persebaya (@officialpersebaya) on Sep 19, 2019 at 7:19am PDT