Begini Penampakan Buron Pembobol BNI Rp1,7 Triliun Maria Pauline Lumowa saat Diterbangkan ke Indonesia

iNews.id Dipublikasikan 17.02, 08/07 • Riezky Maulana
Menkumham Yasonna H Laoly sukses mengekstradisi Pembobol Bank Rp1, 7 Triliun, Maria Pauline Lumowa dalam kunjungan ke Serbia. (Foto: Istimewa)
Menkumham Yasonna H Laoly sukses mengekstradisi Pembobol Bank Rp1, 7 Triliun, Maria Pauline Lumowa dalam kunjungan ke Serbia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Berakhir sudah pelarian buron kasus pembobol Bank BNI Rp1,7 triliun Maria Pauline Lumowa. Setelah ditangkap NCB Interpol pada 6 Juli 2019, Maria diekstradisi ke Indonesia dari Serbia.

Ekstradisi dipimpin delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly. Saat ini, delegasi yang membawa Maria sedang dalam penerbangan menuju Tanah Air.

Berdasarkan foto dari Kementerian Hukum dan HAM tampak Maria telah mengenakan baju tahanan warna oranye. Dia juga mengenakan masker warna biru.

Di dalam pesawat, Yasonna yang mengenakan setelan jas dan bertopi koboi sempat mengajak berbincang perempuan asal Sulawesi Utara itu. Maria dikawal ketat sejumlah orang yang turut dalam delegasi Indonesia.

Yasonna menuturkan keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi ini tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua negara. Selain itu, proses ekstradisi ini juga menjadi buah manis komitmen pemerintah dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang.

Buron kasus pembobol bank Rp1,7 triliun Marine Pauline Lumowa mengenakan baju tahanan. (Foto: Kemenkumham).

"Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi, namun lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan," ujar Yasonna, Rabu (8/7/2020).

Dia menuturkan, dalam pertemuan dengan delegasi Indonesia, Presiden Serbia Aleksandar Vucic juga kembali menggaris bawahi komitmen tersebut. Proses ekstradisi ini salah satu dari sedikit di dunia yang mendapat perhatian langsung dari kepala negara.

“Di sisi lain, saya juga sampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Duta Besar Indonesia untuk Serbia Bapak M Chandra W Yudha, yang telah bekerja keras untuk mengatur dan memuluskan proses ekstradisi ini," tuturnya.

Dijadwalkan Maria akan tiba di Tanah Air pada Kamis (9/7/2020) besok. Selanjutnya dia akan dijebloskan ke penjara.

Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor. Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri.

Artikel Asli