Begini Gaya Pidato ala Bos Media Wishnutama Setelah Jadi Menteri

Tempo.co Dipublikasikan 13.26, 23/10/2019 • Rahma Tri
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti
Di awal pidatonya, Wishnutama mendapat sambutan meriah dari tamu karena berkali-kali melontarkan guyonan yang mengundang tawa.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyampaikan pidato perdananya dengan santai dalam acara serah-terima jabatan di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Gaya pidato ini persis seperti saat Wishnutama menjadi bos media di dua media televisi swasta nasional. Pada awal pidatonya, Wishnutama sempat mendapat sambutan meriah dari tamu karena berkali-kali melontarkan guyon yang mengundang tawa. “Wah, ini cewek-cewek. Ini bukan konser musik. Saya bukan BTS (grup musikus Korea Selatan),” ujar Wishnutama di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, pada Rabu 23 Oktober 2019 sore. Bak komedian manggung, Wishnutama pun mendapat tepuk tangan meriah tatkala menyapa tamunya dengan gaya nyeleneh itu. Bos media ini memang terlihat tak menggunakan gaya tutur baku ala birokrat saat menyampaikan sambutan. Kala menceritakan kisah di balik pelantikannya menjadi menteri pun, ia blak-blakan. Contohnya kala memperoleh mandat dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi menjadi menteri untuk menangani sektor pariwisata. Ia menyatakan terkejut. Sebab, kata dia, rumor-rumor yang berkembang sebelumnya menyebut Wishnutama akan menjabat di kementerian lain. “Kabarnya kan awalnya saya enggak di sini,” tutur Wishnutama. Meski begitu, ia menyatakan bakal berusaha mendalami tugasnya dan melaksanakan program-program kementerian sesuai dengan target. Ihwal tugasnya menjadi menteri yang tak memiliki jam kerja pasti alias non-stop, Wishnutama mengatakan dirinya telah terlatih selama bekerja. Saat memimpin perusahaan media, Wishnu tak pernah pulang sebelum pukul 24.00 WIB. Rutinitas itu dilakukannya saban hari. “Media itu yang namanya prime time, saat orang sedang di rumah, saat itulah kita kerja keras. Bahkan weekend, Lebaran, dan tahun baru kami bekerja,” ucapnya. Di penghujung pidatonya, Wishnutama kembali melontarkan guyonan. Ia menyapa PNS di lingkungan kementerian dengan gaya kekinian. “Can’t wait to see you, guys,” ujarnya sembari melambaikan tangan. Jokowi sebelumnya menunjuk Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Arief Yahya dan Triawan Munaf. Dalam pengumumannya, Jokowi meminta Wishnutama mendorong pengembangan pariwisata 10 destinasi wisata baru. Wishnutama mengatakan tugas utamanya nanti ialah mendorong pertumbuhan devisa pariwisata.

Wishnutama dikenal sebagai bos media. Ia memulai kariernya pada dunia broadcasting dari titik bawah sebagai Production Assistant di New England Cable News Amerika Serikat dan menjadi Assistant Director On Air Promotion di WHDH-TV, Boston. Pada 1994, Wishnutama pulang ke Indonesia dan bekerja di Televisi Nasional Indosiar sebagai Supervisor On Air Promotion. Setahun kemudian pindah ke divisi produksi sebagai Production Assistant.

Karier Wishnutama berkembang menjadi Executive Producer News and Production Division, dan tak berapa lama kemudian meningkat menjadi Production Manager. Adapun program-program yang telah dilahirkan oleh pria berusia 49 tahun saat di Indosiar adalah Pesta, Gebyar BCA, Patroli, Satu Jam Bersama dan Saksi.

Pada 2001, Wihsnutama hijrah ke televisi nasional lainnya yaitu Trans TV sebagai Kepala Divisi Produksi. Selama dua tahun berkiprah pada media Trans Corp kariernya menanjak menjadi Direktur Operasional, dan setahun berikutnya menjadi Wakil Direktur Utama atau Managing Director.

Saat pengambilan saham mayoritas TV7 oleh kelompok usaha Para Group pada tahun 2006, ia ditunjuk menjadi Direktur Utama TV7 yang kemudian berubah nama menjadi Trans7. Dua tahun kemudian, Wishnutama ditunjuk menjadi Direktur Utama Trans TV.

Selanjutnya, Wishnutama menjajal peruntungan dengan mendirikan sebuah rumah produksi atau production house. Dari sinilah, kemudian ia mendapatkan kesempatan untuk membangun stasiun televisi News and Entertainment Television atau NET TV yang merupakan bagian kelompok usaha Indika Group. Pada 2018, Wishnutama menjadi sebagai salah satu kreator yang berhasil menyukseskan upacara pembukaan dan penutupan Asian Games.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA | EKO WAHYUDI | ANTARA

Artikel Asli