Beda Peran Orangtua dalam Tiap Fase Usia Anak

SehatQ Dipublikasikan 00.37, 03/06 • Azelia Trifiana
Beda Peran Orangtua dalam Tiap Fase Usia Anak
Peran orang tua akan berubah seiring bertambahnya usia anak

Jika ada fase kehidupan yang mengharuskan untuk terus belajar dan belajar, itulah parenting. Sejak dinyatakan positif hamil hingga anak tumbuh dewasa, akan selalu ada kejutan terkait peran orangtua terhadap anak. Berbeda fase umur anak, akan berbeda pula peran orangtua di dalamnya.

Ketika di suatu fase orangtua masih belajar mengganti popok atau memandikan bayi, fase ini akan dengan cepat bergeser ke tahap berikutnya saat anak mulai berjalan. Pun saat anak masuk ke fase remaja, selalu ada hal baru yang dipelajari.

Peran orangtua dalam fase umur anak

Secara garis besar, peran orangtua dalam tiap fase umur anak bisa dibedakan menjadi beberapa tahapan, yaitu:

  • Bayi

Pada fase anak baru lahir, orangtua baru harus belajar begitu banyak hal karena sosok bayi yang masih membutuhkan perhatian 24 jam. Biasanya, fase awal akan diisi dengan terjaga di malam hari, menyusui, menggendong, dan memastikan lingkungan rumah aman untuk bayi.

Ketika masuk fase 6 bulan, bayi mulai mengenal makanan pendamping ASI atau MPASI. Orangtua harus belajar lagi hal baru, bagaimana memberikan asupan nutrisi terbaik untuk si kecil. Pada fase bayi hingga anak-anak ini, peran orangtua harus selalu memberikan stimulus sesuai dengan usia anak.

  • Anak-anak

Menginjak usia anak-anak, orangtua akan dibuat semakin sibuk dengan pertumbuhan Si Kecil. Bukan hanya bayi yang perlu mendapatkan perhatian 24 jam, tapi ada saja keinginan mereka untuk eksplorasi banyak hal ditambah dengan pertanyaan tak berkesudahan.

Wajar jika orangtua terkadang bingung bagaimana menghadapi anak-anak dengan tantrum dan segala perilaku mereka yang tidak bisa ditebak. Tapi tenang, ini adalah fase krusial dalam perkembangan emosi anak. Pastikan peran orangtua selalu hadir memberikan kasih sayang, rasa hangat, dan motivasi yang positif.

Ketika berkomunikasi dengan anak, sampaikan dengan kalimat-kalimat yang mudah dimengerti, menyesuaikan dengan kemampuan komunikasi mereka. Fase anak-anak akan berlangsung dengan cepat dan penuh dinamika.

  • Usia sekolah

Ketika anak menginjak usia sekolah, mereka sudah belajar memahami pengertian tanggung jawab. Peran orangtua di sini adalah tetap memantau perkembangan mereka. Tak hanya fisik, tapi juga psikologis. Pastikan pula tetap rutin melakukan validasi emosi yang mereka rasakan, sesederhana apapun itu.

Peran orangtua juga diperlukan ketika anak menunjukkan ketidaknyamanan saat berinteraksi dengan teman-teman di sekolah. Komunikasikan hal ini dengan anak, guru, dan bila perlu psikolog anak. Membangun kebiasaan baik juga bisa dimulai pada usia ini.

  • Remaja

Pada fase berikutnya, anak tumbuh menjadi remaja yang lebih independen dan bisa jadi merupakan fase paling menantang bagi orangtua. Selain perubahan hormon, mereka akan menghadapi fase pubertas, cinta monyet, dan tekanan sosial dari lingkungannya.

Akan ada juga fase ketika anak menutup diri dan menjauh dari ayah ibunya. Di sinilah peran orangtua penting sebagai sosok yang memberi contoh perilaku baik. Berikan juga pemahaman aturan di rumah. Percayalah meski anak terkesan abai dan asyik dengan dunianya sendiri, peran orangtua sangat penting untuk memandu mereka.

  • Dewasa

Ketika anak masuk fase dewasa, peran orangtua lebih diperlukan sebagai sosok teman yang bisa diajak bercerita. Dinamika dan pemicu stres yang mereka hadapi akan jauh lebih rumit, itulah sebabnya penting untuk selalu ada mendengarkan cerita mereka.

Peran orangtua bisa memberi nasihat ketika diperlukan, juga memberikan teladan bagaimana berperilaku yang baik. Pada tahap ini pula anak bisa berada di fase pencarian pasangan yang terkadang tidak berjalan mulus. Ketahui seberapa besar keterlibatan orangtua, sesuaikan dengan karakter anak.

Catatan dari SehatQ

Peran orangtua sangat krusial di tiap fase usia anak. Hanya saja, porsi peran yang diberikan berbeda. Jika saat anak masih bayi perlu peran orangtua secara fisik karena mereka belum bisa merawat diri sendiri, berbeda ketika anak sudah masuk fase remaja maupun dewasa.

Semua fase ini tanpa terasa akan berlangsung dengan sangat cepat. Orangtua harus sadar betul tentang hal ini agar tidak menyia-nyiakan setiap momen yang ada. Jangan sampai kesibukan justru membuat peran orangtua tak bisa optimal dan membuat anak mencari pelampiasan di luar sana.

Artikel Asli