Beberapa Statistik Menarik Tim 'Big Six' Jelang Kembalinya Premier League

kumparan Dipublikasikan 06.28, 29/05 • Info Bola
Mo Salah dan Sadio Mane tos. Foto: Reuters/Carl Recine

Para pemangku kepentingan Premier League dan klub-klub peserta, dalam rapat Kamis (28/5/2020) waktu setempat, akhirnya menetapkan 17 Juni 2020 sebagai tanggal untuk melanjutkan kompetisi musim 2019/20.

Meski begitu, menurut CEO Premier League, Richard Masters, tanggal tersebut masih mungkin berubah tergantung pada pemenuhan persyaratan kesehatan, mengingat laga digelar di tengah pandemi virus corona. Selain itu, pertandingan sudah dipastikan berlangsung secara tertutup.

Pertandingan yang sempat tertunda antara Aston Villa vs Sheffield United dan duel Manchester City vs Arsenal bakal jadi dua laga pembuka pada Rabu 17 Juni 2020 itu.

Barulah pada 19 sampai 21 Juni, pertandingan-pertandingan berikutnya bakal dimainkan secara penuh.

Sejak ditunda pada 13 Maret lalu, Premier League masih punya total 92 pertandingan untuk dimainkan.

Penentuan tanggal ini tentu merupakan kabar baik bagi sebagian besar klub dan untuk para penikmat sepak bola. Dibanding liga-liga top lainnya, Premier League termasuk lambat bergerak karena masih ada beberapa pemain yang menolak kembali berlatih.

Untungnya perlahan-lahan situasi sulit itu teratasi. Sekarang para pemain sudah kembali berlatih, bahkan kabarnya sudah diizinkan melakukan kontak fisik -- meski harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Mengutip Opta, Info Bola menyajikan beberapa statistik menarik dari tim 'Big Six' jelang kembalinya Premier League 2019/20.

Liverpool

Pemain Liverpool dan Tottenham memperebutkan bola. Foto: REUTERS/Phil Noble

- Tim besutan Jurgen Klopp sedang berada di puncak klasemen sementara, tetapi pertahanan mereka tidak lebih solid dibanding pada musim 2018/19 lalu. Liverpool telah kebobolan 21 kali di Premier League musim ini, hanya satu gol lebih sedikit dari total 38 pertandingan mereka musim lalu.

- Keperkasaan Liverpool tampaknya mulai sedikit goyah. Dengan kekalahan di kandang dari Atletico Madrid, The Reds telah kalah empat kali dari enam pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi - menyamai catatan kekalahan dari 67 laga sebelumnya.

- Roberto Firmino akhirnya mengakhiri puasa golnya di Anfield saat melawan Atletico Madrid pada bulan Maret lalu. Ia mencetak satu gol, sekaligus yang pertama dalam 20 laga yang telah dijalaninya. Terakhir dia lakukan itu (cetak gol di Anfield) ke gawang Porto pada April 2019, 337 hari jeda waktunya.

Manchester City

Segio Aguero (kanan) berduel dengan Douglas Louis (kiri) di laga Manchester City versus Aston Villa, Senin (13/1/2020) dini hari WIB. Foto: REUTERS/Rebecca Naden

- Manchester City telah kalah tujuh pertandingan di Premier League musim ini, lebih banyak satu dari yang mereka torehkan dalam dua musim sebelumnya.

- Sebelum penangguhan kompetisi, Sergio Aguero telah mencetak 180 gol Premier League untuk Manchester City. Hanya Wayne Rooney - 183 untuk Man United - yang mencetak lebih banyak untuk satu tim dalam sejarah kompetisi, Aguero telah melewati catatan Thierry Henry - 175 untuk Arsenal - pada awal musim ini.

- Kevin De Bruyne menjadi pemain pertama yang mendaftarkan 15 assist atau lebih dalam tiga musim Premier League secara berturut-turut. Hanya Cesc Fabregas yang mampu melakukannya dalam lebih dari satu musim.

Chelsea

Pemain Chelsea dan Arsenal berebut bola. Foto: Reuters/Paul Childs

- Chelsea telah mengalami lima kali kekalahan kandang di ajang Premier League musim ini. Hanya pada musim 1994/95 - tujuh kali - mereka kalah lebih banyak di Stamford Bridge.

- Tim asuhan Frank Lampard masih tanpa kemenangan tandang di Premier League pada tahun 2020, seri tiga kali dan kalah satu kali dari empat pertandingan. Catatan terburuk The Blues terjadi pada musim 2015/16, tidak pernah menang selama tujuh pertandingan.

- Frank Lampard telah banyak mengandalkan pemain asli Britania Raya musim ini. Hanya Leicester City (31) dan Southampton (24) yang memiliki jumlah gol yang dicetak oleh pemain asal Inggris lebih banyak daripada Chelsea dengan total 21, setara dengan Man United.

Manchester United

Fred berduel dengan pemain Watford. Foto: Paul Child/REUTERS

- Manchester United tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir di semua kompetisi, tetapi poin sebesar 45 masih merupakan yang terendah dari 29 laga dalam sejarah mereka di era Premier League.

- Bruno Fernandes telah dinobatkan sebagai sosok perubahan Iblis Merah. Ia telah terlibat dalam lebih banyak gol di Premier League (lima - dua gol, tiga assist) sejak debutnya 1 Februari 2020 lalu dibanding dengan pemain lainnya.

- Pada usia 25 tahun dan 86 hari, tim besutan Ole Gunnar Solskjaer memiliki rata-rata pemain termuda di starting line up mereka pada Premier League musim ini.

Arsenal

Lini belakang Arsenal berjibaku mengamankan serbuan para pemain West Ham. Foto: REUTERS/David Klein

- Arsenal telah bermain imbang sebanyak 13 kali di ajang Premier League musim ini. Hal tersebut merupakan yang tertinggi kedua setelah terakhir kali mereka dapati di musim 1993/94 sebanyak 17 kali.

- 17 gol milik Pierre-Emerick Aubameyang di Premier League telah menyumbang 16 poin bagi Arsenal musim ini. Hanya 14 gol milik Sadio Mane yang menyumbang lebih banyak (18 poin) untuk satu klub.

Tottenham Hotspur

Ekspresi Pemain Tottenham Hotspur setelah kebobolan. Foto: REUTERS/Toby Melville

- Tidak ada tim yang mencatatkan clean sheet lebih sedikit daripada milik Tottenham (4) di Premier League musim ini. Terakhir kali mereka menyimpan begitu sedikit dari 29 pertandingan dalam satu musim yakni di 2006/07 (juga empat).

- Sebelum jeda, tim asuhan Jose Mourinho telah kehilangan sosok Harry Kane (131,18 menit per gol), Son Heung-min (152,31 menit per gol), dan Steven Bergwijn (280,5 menit per gol) akibat cedera. Hanya Dele Alli yang memiliki rasio menit terbaik per gol - 298 - di antara anggota skuad lain yang sedang tidak cedera di semua kompetisi musim ini.

Artikel Asli