Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Beberapa Gadis Pontianak Dinikahi Pria Asing dengan Mahar Menggiurkan, Hingga 7 Gadis Dibawa Keluar Negeri dan Tak Pernah Kembali

Intisari Dipublikasikan 02.30, 21/03/2019 • Afif Khoirul M
Rumah salah satu korban yang belum pulang usai dinikahi pria asing.

Intisari-online.com - Beberapa wilayah Indonesia, masih ada yang menerapkan sistem mahar untuk menebus anak perempuan mereka sebelum dinikahi.

Salah satunya adalah di wilayah Pontianak ini, anak gadisnya dibanderol dengan harga puluhan juta sebelum di persunting oleh calon pengantin prianya.

Kawasan RW 28, Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) adalah salah satu di antara daerah yang kerap kedatangan mak comblang.

Mereka membawa pria asal Taiwan dan Tiongkok untuk mencari istri di Kalbar.

Mengutip dari Tribunpontianak.co.id, ada harga mahal yang harus dibayar oleh WNA Tiongkok atau Taiwan saat hendak mempersunting warga Pontianak ini.

Pihak keluarga si gadis akan menerima uang mahar Rp 25 juta hingga Rp 40 juta.

Pria asal Tiongkok dan Taiwan juga menyasar remaja berusia 15-16 tahun.

Saat mengurus dokumen seperti paspor, nama si gadis sengaja diganti.

Ada tiga mak comblang yang kerap beraksi di wilayah Pontianak.

Dua berasal dari Jakarta dan seorang berasal dari Tiongkok.

Sejumlah warga yang ditemui oleh Tribunpontianak.co.id, mengaku pernah diiming-imingi kehidupan layak oleh mak comblang jika anak mereka mau dijadikan istri dan diboyong ke Taiwan atau Tiongkok.

Adalah Lili (20), gadis yang nyaris diboyong pria asal Tiongkok.

Beruntung sang ibu, Ati (39), menolak lamaran si pria dan iming-iming mak comblang.

Pada Mei 2018, mak comblang membawa dua pria asal Tiongkok yang mencari istri di RW 28.

Mak comblang memperkenalkan si pria dengan Lili dan ibunya Ati.

Untuk memikat keduanya, diaturlah sebuah jamuaan makan.

“Sempat diimingi-imingi mak comblang akan memperbaiki kondisi ekonomi,” ujar Ati, Jumat (15/3/2019).

Selain dijanjikan mahar yang tinggi, mak comblang juga mengatakan sang putri dan calon suami akan mengirimkan uang setiap bulannya.

Bahkan, dirinya ditawari untuk datang langsung ke Tiongkok melihat kehidupan sang calon suami.

Tawaran ini tak digubris Ati. Ia mengaku khawatir bila jauh dari sang putri.

Diakui Ati, awalnya Lili hendak menerima tawaran si pria Tiongkok dan mak comblang.

Alasan Lili hendak membantu perekonomian keluarganya.

"Saya lihat ndak pas. Saya mikir, kalau anak saya jauh, gimana nanti kalau saya sakit. Dia tak bisa pulang jenguk saya. Kalau mau jenguk, dia susah karena jauh. Apalagi ini di luar negeri," kata Ati.

Tawaran pria Tiongkok justru diterima Ju alias Dw (17).

Seperti diberitakan Tribunpontianak.co.id sebelumnya, nasib Dw tak jelas hingga kini.

Dalam komunikasi terakhir dengan sang ayah Atu (60) dan ibunya Cong Mi Tjau (45), Julia tersangkut masalah hukum di Tiongkok.

Dw ditahan di kantor polisi lantaran visa izin tinggalnya habis.

Selain itu, tak ada dokumen resmi yang dimilikinya, khususnya dokumen pernikahan.

Dw menikah dengan Cheng Liu Yang yang merupakan warga negara Republik Rakyat Tiongkok.

Dalam setiap komunikasi dengan Atu dan Mi Tjau, Dw kerap mengeluh dianiaya suaminya.

Alih-alih mengirimi ayah dan ibunya uang, kini nasib Dw tak diketahui rimbanya.

Atu dan Mi Tjau terus berharap agar putri mereka segera pulang.

"Dia kemarin mau menikah dengan orang sana itu karena pengen bahagiakan orangtua. Dia itu mau bahagiakan orangtua, tapi ternyata apa, orang sana bohong," sesal Mi Tjhau.

Tujuh Gadis

Ketua RW 28, Jl Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Sawal, mengakui ada sejumlah wanita yang merupakan warganya menikah dengan WNA.

Pernikahan ini terjadi atas prakarsa mak comblang atau perkenalan yang dibantu pihak keluarga yang sudah terlebih dulu menikah dengan WNA.

Sawal memperkirakan ada tujuh gadis di wilayah kerjanya yang diboyong WNA.

Dari informasi yang ia dapatkan, benar adanya mak comblang yang mencari gadis-gadis belia untuk dinikahkan dengan warga negara asing.

Namun, ia tak mengetahui pasti seluk beluk dari hal tersebut.

Sebab menurutnya, banyak warga yang menikahkan sang anak dengan warga negara asing tak meminta rekomendasi dengan RW ataupun RT.

Sawal pun merasa miris akan hal ini, terlebih mengetahui ada satu warganya yang bernama berinisial Dw yang masih belia telah dinikahkan dengan warga negara Tiongkok.

Ia yang telah jengah dengan hal ini berharap, mata rantai pernikahan dengan warga asing yang membuat warganya sengsara dapat diputus.

Mengingat sudah banyak korban yang hanya mendapat janji manis dari mak comblang yang berbeda fakta dengan yang dijanjikan.

"Sudah banyak korban, yang menikah dengan warga negara asing, dan di sana mengalami hal buruk, tidak seperti yang dijanjikan awalnya. Kalau seperti ini mau sampai kapan, saya berharap mata rantai dari hal ini bisa diputus, sudah cukuplah warga yang jadi korban ini," harapnya.

Sawal mengatakan, ia sudah mengimbau warganya untuk mempertimbangkan banyak hal jika hendak menikahkan anak gadis dengan warga negara asing.

"Kalau namanya mau menikahkan sang anak, kita kan harus tahu bibit, bebet, bobotnya. Kalau sama orang luar negeri, kalau ada masalah kan kita susah, banyak yang harus diurus," kata Sawal.

Mahar Mahal Pria Asing

* Pria Taiwan dan Tiongkok kerap mencari calon istri di kawasan RW 28, Jl Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara.

* Sasarannya, gadis usai 15-16 tahun.

* Keluarga si gadis akan menerima uang mahar Rp 25 juta hingga Rp 40 juta.

* Saat mengurus dokumen seperti paspor, nama si gadis sengaja diganti.

* Ada tiga mak comblang yang kerap beraksi. Dua asal Jakarta dan seorang dari Tiongkok. (Ferryanto/Tribun Pontianak)

Artikel ini pernah tayang di Tribun Pontianak dengan judul TARIF Menggiurkan Gadis Pontianak Nikah dengan Pria Tiongkok dan Taiwan, 7 Gadis Hilang tanpa Kabar

Artikel Asli