Bayi yang Ditemukan Tewas di Pantai Baru Lahir Kurang dari 24 Jam

Kompas.com Dipublikasikan 06.12, 10/12/2019 • Kontributor Batam, Hadi Maulana
THINKSTOCK
Ilustrasi garis polisi.

BATAM, KOMPAS.com - Bayi laki-laki yang ditemukan tewas di pesisir Pantai Bangkong Laut, Batam, Kepulauan Riau, Senin (9/12/2019) siang kemarin dengan kondisi masih menempel tali pusat, diperkirakan kurang dari 24 jam dilahirkan.

Hal ini diungkapkan Kapolsek Bengkong AKP Yuhendri Januar saat dihubungi, Selasa (10/12/2019).

Dia mengatakan, hal ini berdasarkan dari hasil visum yang dilakukan dokter forensik RS Bhayangkara Polda Kepri.

Baca juga: 11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

"Diperkirakan bayi laki-laki tersebut baru dilahirkan kurang dari 24 jam," kata Yuhendri.

Pada mayat bayi tersebut juga ditemukan tali pusar yang masih menempel utuh dan tubuh sudah dalam keadaan membiru.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan pengembangan untuk mengetahui siapa orangtua biologis dari bayi tersebut.

Tidak itu saja, pihak kepolisian juga sudah melakukan koordinasi dengan rumah sakit, klinik dan bidan yang ada di wilayah Bengkong, untuk melacak siapa wanita yang baru saja melahirkan dan tengah hamil.

"Kami juga berharap peran aktif warga Bengkong, mana tahu ada warga yang melihat tetangganya hamil dan tiba-tiba sudah tidak hamil lagi atau ada mencurigai warga lainnya untuk melaporkan ke Polsek Bengkong," papar dia.

Baca juga: Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Sebelumnya, mayat bayi laki-laki tersebut ditemukan oleh seorang warga, Didin yang akan pergi memancing di Hulu Sungai Golden City, Bengkong Laut, Batam.

Saat itu, pemancing yang menemukannya mengira jasad bayi tersebut seonggok bangkai hewan yang hanyut dan terdampar di sisi pantai.

Penulis: Kontributor Batam, Hadi MaulanaEditor: Robertus Belarminus

Artikel Asli