Bayar Rp 8,8 Juta Demi Kurus di Hari Nikah, Calon Pengantin Justru Meninggal Setelah Sedot Lemak

Tribun Style Dipublikasikan 02.34, 20/10
Calon pengantin meninggal setelah sedot lemak

TRIBUNSTYLE.COM - Nasib tragis dialami seorang wanita asal Malaysia bernama Coco Siew Zhi Shing (Xiao Zhinxin).

Siew adalah model cantik yang tengah merencanakan pernikahan dengan sang kekasih.

Sudah jadi hal yang biasa jika seorang wanita ingin tampil sempurna di hari pernikahan mereka, begitu pun Siew.

Siew dan calon suaminya (Facebook via The Strait Times)

Demi mewujudkan impiannya, Siew rela merogoh uang jutaan rupiah untuk memperbaiki penampilan.

Pada Sabtu 17 Oktober 2020, Siew pergi ke sebuah salon kecantikan dan melakukan perawatan sedot lemak.

Ia tak pernah menyangka jika usahanya tampil sempurna di hari pernikahan itu justru membawa bencana.

Wanita berusia 23 tahun tersebut awalnya menemukan salon kecantikan tersebut ketika berselancar di dunia maya sebagaimana dilansir dari The Straits Times, Senin (19/10/2020).

Dia lantas membayar 2.500 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 8,8 juta untuk menghilangkan lemak di lengannya menurut laporan media tersebut.

Pada Sabtu siang, Siew mengunjungi salon tersebut untuk pertama kalinya dan ditemani oleh temannya.

Dia lantas menerima injeksi anestesi ketika datang. Sekitar setengah jam setelah dia disuntik, Siew mulai merasa tidak enak badan.

Dan sekitar satu jam kemudian, detak jantungnya berhenti, menurut laporan itu.

Dia dilarikan ke rumah sakit tetapi upaya untuk menyadarkannya gagal dan dia dinyatakan meninggal sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Xiao mengatakan keluarganya sangat sedih karena mereka tidak tiba di rumah sakit tepat waktu untuk melihat adiknya sebelum dia meninggal.

Pemilik salon kecantikan tidak hadir selama prosedur dan tidak muncul di rumah sakit sampai pukul 20.00 waktu setempat.

"Setelah kami berulang kali diinterogasi, orang yang bertanggung jawab di salon akhirnya mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki izin untuk melakukan prosedur medis seperti itu, tetapi hanya diberi izin untuk perawatan kecantikan biasa," kata Xiao kepada Sin Chew Daily.

"Ahli kecantikan yang melakukan prosedur untuk saudara perempuan saya tidak memiliki izin profesional,” sambung Xiao.

Dua pemilik salon kecantikan, seorang wanita dan putrinya, telah ditahan untuk membantu penyelidikan atas kematian Siew, lapor surat kabar The Star.

Siew bersama calon suami (Facebook via Tribun Manado)

"Kami masih memastikan penyebab kematian," kata Kepala Polisi Kuala Lumpur Kom Saiful dalam konferensi pers.

Paket sedot lemak di salon tersebut diiklankan dengan harga antara 1.500 ringgit Malaysia (Rp 5,3 juta) hingga 3.800 ringgit Malaysia (Rp 13 juta).

Media lokal melaporkan salon tersebut telah melakukan prosedur sedot lemak setidaknya untuk 10 pelanggan.

Xiao mengatakan adiknya menjalani gaya hidup sehat dan bugar dan sangat memperhatikan penampilannya.

Dia menambahkan Siew bahkan pernah menjadi juara pertama dalam kompetisi modeling Asia pada 2014.

"Saya berharap pengalaman adik saya akan menjadi peringatan bagi banyak wanita muda," kata Xiao.

Tewas Kecelakaan, Calon Pengantin Pria Buat Merinding di Unggahan Terakhir

Kisah serupa, pilunya hati Fareesa Ismail, gadis asal Malaysia yang seharusnya bakal segera melepas masa lajang.

Dikutip dari Siakapkeli, Fareesa Ismail telah merencanakan pernikahan dengan pujaan hatinya, Hishamudin.

Perencanaan pernikahan telah selesai 90 persen, tinggal menunggu tanggal yang telah ditetapkan keduanya.

Unggahan terakhir calon pengantin sebelum meninggal kecelakaan (Facebook Hishamudin Abdullah)

Namun apa mau dikata, rencana itu terpaksa urung terjadi lantaran musibah yang datang.

Pada 19 Agustus 2020 lalu, Hishamudin mengalami kecelakaan lalu lintas.

Pria yang bekerja di Dinas Perhubungan tersebut kecelakaan di kawasan Jalan Pakoh Jaya, Kuala Nerus, Terengganu, Malaysia.

Hishamudin meninggal dunia di lokasi kejadian.

Fareesa yang ditinggalkan tak kuasa menahan rasa sedihnya.

Melalui Facebook, gadis berhijab itu mengunggah curhatan pilu.

"Ya Allah, beratnya ujian ini tapi terpaksa saya lalui demi hari-hari mendatang.

Saya harus tunjukkan saya kuat meskipun saya tak kuat, lemah.

Abang, saya rindu.

Kita sudah buat persiapan hampir 90%.

Tapi Abang tinggal begitu saja.

Astaghfirullah.

Susahnya bagi saya untuk menerima semua ini," ungkap Fareesa pilu di Facebook.

Hati Fareesa makin merana kala menyadari pertanda yang sebelumnya tak ia sadari.

Hishamudin ternyata sempat mengunggah satu status di Facebook seminggu sebelum peristiwa kecelakaan terjadi.

Postingan Hashimudin yang ditulis pada 12 Agustus itu mengisyaratkan kematian.

Ia mengunggah gambar jenazah yang sedang dimakamkan.

Dalam caption unggahan, Hashimudin mengingatkan tentang kematian yang bisa kapan saja datang.

"Saat itu pasti datang.

Tanpa mengira pangkat dan kedudukan.

Siap atau tidak siap.

Kau dan aku pasti pulang."

Bahkan dalam kolom komentar, almarhum kembali menegaskan maksud unggahannya dalam satu kalimat.

"Usia makin lanjut… Kubur memanggil-manggil."

Sontak unggahan itu kini dipenuhi ucapan duka cita netizen.

"Innalillahwainnalillahirojiun
Salam takziah buat keluarga
Al-Fatihah."

"Innalillahwainnalillahirojiun. Salam takziah buat keluarga. Al-Fatihah."

"Allahuakhbar mcm tahu2 dia akan dijemput."

"Alfatihah utkmu sepupuku..semoga allah ampunkn segala dosa kesalahanmu & menemptkn mu dikalangan org2 yg beriman…"

Sementara itu, kepada media Fareesa mengungkap apa yang diingat dari sosok calon suaminya itu.

Menurut Fareesa, sang kekasih tak pernah lupa mengingatkannya beribadah.

" Dia selalu mengingatkan saya tentang sholat, juga sesibuk apa pun Alquran jangan lupa untuk dibaca.

" Dia sangat sayang orangtuanya, begitu sebaliknya. Dia selalu ceria dan membuat orang-orang sekitarnya tertawa," kata Fareesa.

Menurut Fareesa, terakhir kali dia dan Almarhum Hishamudin bertemu adalah pada hari Selasa, Agustus 18, 2020 lalu.

"Terakhir kali saya bertemu dengannya pada hari Selasa, sehari sebelum dia meninggal," ceritanya.

"Almarhum sempat pergi ke tempat saya bekerja.

Selalu waktu bekerja dia tak akan ganggu.

Tapi hari itu dia pergi, makan nasi sama-sama cuma dia tidak banyak bicara seperti biasanya.

Dia menatapku untuk waktu yang lama, kataku jangan menatapku seperti itu, sayang.

Allahu rinduu.

Jika aku tahu itu tatapan terakhir, aku akan menatapnya sampai dia menutup matanya," pungkas Fareesa. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com dengan judul'Sedot Lemak di Salon Tak Berizin, Calon Pengantin Ini Tewas'

Artikel Asli