Batal Dipindah ke Madrid, El Clasico Kemungkinan Besar Ditunda

kumparan Dipublikasikan 23.56, 17/10/2019 • Ganesha Arif
Penggawa Barcelona, Gerard Pique, melakukan perayaan di depan penyerang Real Madrid, Karim Benzema. Foto: OSCAR DEL POZO / AFP

Kisruh yang terjadi di Catalunya membuat La Liga berupaya untuk memindahkan venue El Clasico pada 26 Oktober 2019 dari markas Barcelona, Camp Nou, ke kandang Real Madrid, Santiago Bernabeu.

Namun, ide ini mendapat penolakan dari Barcelona dan Madrid. Dari situ, kemungkinan besar El Clasico akan diundur sampai Desember 2019.

Keadaan di Catalunya dalam beberapa hari terakhir memang sedang panas akibat ditangkapnya sembilan pemimpin gerakan separatis pada Senin (14/10) waktu setempat. Berdasarkan situasi itu, La Liga meminta Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) untuk menukar jadwal El Clasico di 2019/2020 ini.

Ya, seharusnya, El Clasico perdana akan berlangsung di Camp Nou, dan pertemuan kedua—yang akan berlangsung pada 20 Maret 2020—akan diselenggarakan di Santiago Bernabeu.

Permintaan La Liga sudah ditanggapi RFEF, yang kemudian meminta Barcelona dan Madrid untuk memberikan respon. Kalau kedua klub sudah mengemukakan pendapatnya, komite yang sudah ditunjuk bakal memutuskan.

Nah, Barcelona menjadi tim pertama yang tak sepakat dengan ide ini. Menurut pelatih Blaugrana, Ernesto Valverde, timnya mesti bermain tandang tiga laga berturut-turut jika El Clasico mendatang dipindahkan ke Madrid. Barcelona memang akan bertandang ke Eibar (19/10) dalam laga La Liga, dan Slavia Praha (24/10) untuk pertandingan Liga Champions.

Namun, alasan utama Barcelona, menurut Valverde, adalah penghormatan terhadap jadwal yang sudah dibuat dan suporter yang telah membeli tiket.

“Banyak perdebatan menyoal pertandingan ini. Ada ide tentang menukar jadwal dan bermain di Madrid lebih dahulu, tetapi kami tak sepakat. Kami mesti bermain tandang pekan ini, lalu bermain di luar kandang lagi, dan kami harus pergi lagi jika ditukar,” kata Valverde, dikutip dariGoal International.

“Namun, tak hanya itu. Ini juga tentang menghormati jadwal dan para suporter. Adalah hal yang normal untuk bermain di Camp Nou. Meskipun begitu, kami lihat saja nanti apa yang akan terjadi,” tambah sang pelatih.

Menariknya, pandangan Barca menyoal penukaran jadwal disepakati oleh Madrid. Hal ini dikemukakan oleh pakar sepak bola Spanyol, Sid Lowe, dalam kolomnya di The Guardian. Madrid dinyatakan lebih memilih untuk memundurkan jadwal ketimbang ditukar.

Duel Real Madrid vs Barcelona di Copa del Rey. Dani Carvajal (putih) berusaha keras mempertahankan bola dari Lionel Messi. Foto: Juan Medina/Reuters

Dari situ, pemunduran jadwal El Clasico menjadi opsi yang paling memungkinkan untuk mengakali permasalahan ini. Per Marca, La Liga telah mengemukakan proposal untuk memindahkan El Clasico perdana dari 26 Oktober menjadi 7 Desember.

Kala itu, La Liga bakal memasuki pekan ke-16. Barcelona akan menjamu Real Mallorca, dan Madrid bakal menghadapi RCD Espanyol di Santiago Bernabeu. Dengan begitu, La Liga mesti mendapatkan persetujuan dari Mallorca dan Espanyol untuk merealisasikan proposal ini.

Tanggal lainnya yang sempat dikemukakan adalah 18 Desember. Namun, tanggal ini sudah dinyatakan tak bisa menjadi waktu untuk penyelenggaraan El Clasico. Pasalnya, di tanggal itu, Copa del Rey tengah berlangsung.

“18 Desember sempat dibicarakan. Namun, laga Copa del Rey juga berlangsung di tanggal tersebut. Menurut saya, ini akan memperburuk reputasi Copa del Rey yang sudah menurun,” ucap Presiden La Liga, Javier Tebas, kepada Efe.

Meskipun begitu, sampai saat ini, belum ada keputusan final yang diambil. Per Marca, palu baru akan diketuk pada Senin (21/10) waktu setempat. Kebetulan, tanggal itu menjadi tenggat waktu bagi Barcelona dan Madrid untuk memberikan respon final.

Kerusuhan di Catalunya tak hanya berdampak pada jadwal El Clasico saja. Barcelona juga mesti mengatur ulang rencana kepergian mereka ke Eibar untuk laga pekan kesembilan La Liga, Sabtu (19/10) malam WIB.

Pasalnya, akses Bandara El Prat—bandara utama di Barcelona—sempat ditutup, dan jalan raya serta jalur kereta terblokir akibat kekisruhan ini.

Artikel Asli