Basuki Hadimuljono Kembali jadi Menteri PUPR, Respons Pengembang?

Tempo.co Dipublikasikan 09.56, 22/10/2019 • Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Presiden Jokowi (kanan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan kawasan wisata Waduk Muara Nusa Dua di Kota Denpasar, Bali, 14 Juni 2019. Waduk dengan luas 35 hektar dan 700 ribu meter kubik air itu dibangun untuk memasok air baku kawasan Kabupaten Badung selatan dan Kota Denpasar sekaligus akan dijadikan kawasan wisata air. Johannes P. Christo
Basuki Hadimuljono tak membantah bahwa dia membutuhkan sosok wakil menteri untuk membantunya menjalankan tugas-tugas di Kementerian PUPR.

TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menunjuk Basuki Hadimuljono untuk bertugas sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ditanggapi positif oleh para pelaku bisnis properti dan pengembang.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodho, misalnya. Ia menilai Basuki sebagai sosok yang tepat untuk mengisi posisi tersebut. Dia menuturkan selama masa kepemimpinannya sebagai Menteri PUPR, sudah ada banyak program-program pembangunan yang berhasil dijalankan.

“Pak Basuki itu pekerja keras, dan kita bisa lihat hasil kerjanya dengan kondisi infrastruktur yang berkembang cepat dalam kurun beberapa tahun ini,” ujar Olivia, Selasa, 22 Oktober 2019.

Soal wacana adanya wakil menteri yang mendampingi Menteri PUPR dalam menjalankan tugas-tugasnya, Olivia menyebutkan, pihaknya mendukung rencana tersebut selama hal itu dilakukan untuk mempercepat rencana-rencana pembangunan. “Kalau tujuannya untuk mempercepat program yang akan dijalankan, saya pikir rencana tersebut cukup positif."

Hari ini Basuki mendatangi istana untuk memenuhi panggilan Jokowi. Dalam pernyataannya, ia mengaku mendapat kepercayaan dari Presiden Jokowi untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Basuki yang pernah menjabat sebagai Menteri PUPR periode 2014-2019 dalam Kabinet Kerja Jilid I menyebutkan bahwa ia juga diminta menaruh perhatian khusus terkait rencana pemindahan ibu kota baru. “Beliau (Presiden Jokowi) minta saya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, dan menghubungkan infrastruktur yang sudah dibangun dengan kawasan-kawasan khusus pariwisata dan industri agar bisa memberikan dampak secara ekonomi,” ujarnya.

Dengan banyaknya rencana-rencana pembangunan yang akan dijalankan, Basuki tak menampik bahwa dia membutuhkan sosok wakil menteri untuk membantunya menjalankan tugas-tugas di Kementerian PUPR. Kehadiran sosok wamen juga diharapkan bisa membantu percepatan pelaksanaan rencana-rencana pembangunan.

Namun begitu, Basuki mengaku masih belum melakukan pembahasan terkait sosok wamen dengan Presiden Jokowi. Dia juga menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait penunjukan wamen kepada Presiden.

Sebelumnya pelaku bisnis properti berharap Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin membuat kebijakan-kebijakan yang dapat mendorong peningkatan investasi di sektor properti. Apalagi, kinerja sektor properti tahun depan diprediksi masih sangat menantang karena dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global.

“Pada era pemerintahan yang baru kami berharap perekonomian bisa tetap tumbuh meski kondisi ekonomi global diprediksi masih cukup menantang,” ujar Direktur Utama PT Wika Realty Agung Saladin ketika ditemui di sela-sela acara tutup atap apartemen Tamansari Bintaro Mansion, Sabtu 19 Oktober 2019.

Agung mengatakan, rencana pemindahan ibu kota negara ke Provinsi Kalimantan Timur juga diprediksi bakal sedikit mempengaruhi investasi di sektor properti. Menurut dia, saat ini para investor cenderung wait and see untuk melihat perkembangan dari rencana pemindahan tersebut.

BISNIS

Artikel Asli