Baru Tumbuh Saat Dewasa, Mengapa Gigi Bungsu Seringkali Dicabut

Bobo.id Dipublikasikan 13.24, 22/09/2019 • Avisena Ashari
Ilustrasi dokter gigi mencabut gigi orang dewasa

Bobo.id – Gigi susu yang ada di mulut kita suatu saat akan tanggal seluruhnya dan berganti menjadi gigi permanen.

Seperti gigi susu kita yang tanggal satu persatu, gigi permanen kita juga tumbuh satu  persatu, teman-teman.

Masing-masing gigi permanen akan tumbuh pada waktunya masing-masing. Salah satu dari gigi permanen itu adalah gigi bungsu.

Gigi bungsu juga dikenal sebagai gigi geraham ketiga atau gigi geraham bungsu.

Gigi ini baru akan tumbuh saat seseorang berusia sekitar 17 tahun hingga 25 tahun.

Tapi, sebagian orang dewasa yang gigi bungsunya sudah tumbuh, pergi ke dokter gigi untuk mencabut gigi geraham bungsu.

Baru saja tumbuh saat dewasa, mengapa gigi bungsu sering dicabut?

Gigi Bungsu, si  Gigi Bijaksana

Dalam bahasa Inggris, gigi bungsu disebut wisdom teeth atau gigi kebijaksanaan.

Ini karena pada usia 17 - 25 tahun adalah usia di mana manusia semakin bijaksana.

Pada zaman manusia purba, gigi bungsu memiliki fungsi seperti delapan geraham lainnya.

Dulu, saat manusia belum menemukan teknologi untuk menciptakan api dan memasak, mereka makan makanan mentah.

Gigi bungsu dan gigi lainnya berguna untuk mengunyah makanan. Ini karena sekitar 7.000 tahun lalu manusia makan daging mentah dan bagian tumbuhan yang berserat sehingga sulit dikunyah.

Perubahan Rahang Manusia

Kemudian seiring dengan manusia yang mulai memasak makanannya menjadi lebih empuk, terjadi evolusi pada bentuk rahang manusia.

Rahang yang tadinya digunakan untuk mengunyah makanan yang alot jadi tidak harus bekerja sekeras dulu. Sehingga ukurannya menciut.

Namun, gen yang menentukan ukuran rahang berbeda dari gen yang menentukan berapa banyak gigi yang dibutuhkan manusia.

Jadi, meski rahang kita mengecil ukurannya, gigi yang tumbuh tetap sebanyak saat rahang manusia berukuran besar, yaitu 32 gigi.

Tumbuhnya Gigi Bungsu

Seperti namanya, si gigi bungsu ini tumbuh terakhir dibandingkan gigi geraham yang lain.

Namun, tempat di gusi dalam mulut seringkali sudah dipenuhi gigi lain yang tumbuh lebih dulu.

Karenanya, gigi bungsu tidak tumbuh seperti gigi normal, melainkan ia terjebak di gusi dan terbentur di rahang. Sehingga arah tumbuh gigi ini jadi berbeda dari gigi lain.

Yang berbahaya adalah, gigi bungsu ini bisa menekan ke arah gigi geraham belakang. Ini membuat seseorang mengalami sakit gigi dan bengkak.

Mengapa Gigi Bungsu yang Baru Tumbuh Dicabut?

Gigi bungsu yang mendorong gigi lain ini juga menciptakan celah sempit di antara gigi, sehingga sisa makanan bisa terperangkap.

Gigi pun jadi sulit dibersihkan dan sisa makanan bisa mengundang banyak bakteri. Akhirnya, bakteri yang bersarang di celah gigi bisa menyebabkan infeksi  dan pembusukan gigi, dan jika tidak diobati bisa menyebabkan penyakit gusi.

Pembusukan gigi itu bisa merusak gigi bungsu sehingga gigi itu harus dicabut agar seseorang tidak sakit gigi dan mengalami penyakit yang lain.

Namun, ada dokter gigi yang mengkhawatirkan jika ada seseorang yang gigi bungsunya tidak menganggu gigi lain tapi tetap dicabut. Karena ini justru bisa menyebabkan infeksi atau kerusakan saraf akibat operasi pencabutan gigi.

Sehingga, kebanyakan orang yang mencabut gigi bungsu adalah orang yang mengalami sakit gigi akibat tumbuhnya gigi terakhir itu, teman-teman.

Itulah mengapa meski baru tumbuh, ada sebagia orang yang mencabut gigi bungsu!

 

Artikel Asli