Baru Ditunjuk Jadi Menpora, Zainudin Amali Langsung Diperintahkan Ini oleh Jokowi

INDOSPORT.com Diupdate 02.47, 23/10/2019 • Dipublikasikan 02.52, 23/10/2019 • Penulis: Ade Gusti | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak

INDOSPORT.COM – Zainudin Amali mendapatkan mandat dari Presiden Joko Widodo untuk menaruh perhatian ke olahraga sepak bola sesaat setelah resmi ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Zainudin dipastikan menjadi Menpora baru setelah pada Rabu (23/10/19) pagi, namanya disebut Presiden Jokowi untuk mengemban peran tersebut dalam proses pengumuman Kabinet Presiden Jokowi periode 2019-2024 di Istana Negara.

Politikus dari partai Golongan Karya itu ditugaskan untuk mengurusi bidang olahraga dan kepemudaan di Indonesia. Namun, secara khusus, Jokowi juga meminta Zainudin untuk memerhatikan sepak bola Tanah Air.

Hal ini diketahui ketika Presiden Jokowi mengumumkan nama Zainudin Amali sebagai Menpora di pemerintahan keduannya. Presiden Jokowi langsung menyelipkan pesan menggelitik, “Tolong sepak bolanya, Pak.”

Bisa dipahami, kondisi sepak bola di Indonesia belakangan ini memang tengah menjadi sorotan dunia. Berbagai upaya untuk berbenah sudah dilakukan namun kerap terbentur masalah.

Dalam lima tahun terakhir, kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dilanda berbagai masalah. Hal ini diperparah dengan berita soal mafia sepak bola, kerusuhan antarsuporter, hingga utang-utang yang tertunggak.

Akibat dari berbagai masalah tersebut, manajemen Timnas menjadi kacau balau dan akhirnya mengganggu upaya mera meraih prestasi di kancah regional maupun internasional.

Terbaru, Timnas Indonesia memetik hasil buruk di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Usai dikalahkan Malaysia di laga perdana penyisihan grup, tim asuhan Simon McMenemy pun dibantai oleh Thailand dan Vietnam yang berujung nihil poin di klasemen Brup F.

Kondisi ini tentunya menjadi tantangan baru bagi Zainudin Amali sebagai Menpora kabinet Jokowi untuk membenahi persepak bolaan di Tanah Air. Diharapkan, manajemen sepak bola di Indonesia lebih tertata rapi sehingga prestasi pun bisa kembali terukir.

Artikel Asli