Baru Ditinggal Antar Pesanan, Driver Ojek Online Ini Nangis Saat Motornya Raib Dicuri Maling

Tribun Style Dipublikasikan 13.26, 07/08 • Tsania Fadhillah
Seorang driver ojek online menangis di sepanjang jalan saat mengetahui motornya raib dicuri maling

TRIBUNSTYLE.COM - Baru ditinggal antar pesanan, driver ojek online ini menangis saat mengetahui motornya dicuri oleh maling di kawasan Depok, Jawa Barat.

Nasib malang menimpa driver ojek online di Kota Depok Jawa Barat.

Profesi driver ojek online atau ojol kerap dipandang sebelah mata.

Namun siapa sangka di balik itu, banyak cerita dan perjuangan dari para driver.

Tak jarang mereka mengalami nasib naas, dari orderan palsu hingga kehilangan kendaraan.

Seperti yang baru-baru ini dialami oleh pria berjaket hijau yang berlokasi di Kota Depok, Jawa Barat.

Driver ojek online menangis di sepanjang jalan lantaran motornya yang raib dicuri maling (Instagram.com/depok24jam)

Dilansir dari unggahan di laman Instagram @depok24jam, seorang driver ojek online terlihat berjalan di kawasan Cimanggis, Depok.

Driver ojek online itu nampak tak membawa motor dan hanya mengenakan jaket berwarna hijau.

Menurut keterangan di dalam foto tersebut, driver ojek online ini kehilangan motornya yang baru saja terparkir untuk mengantarkan pesanan.

"Kasian bapak-bapak driver gojeknya.

Baru markirin motornya bentar buat nganter pesanan pelanggan, motornya malah hilang dibawa maling,

Bapaknya sampe nangis dan bingung mau ngapain.

Akhirnya sambil bawa hapenya, di bapak cuma bisa jalan kaki sambil nangis," seperti tertulis di dalam video.

Tangisan driver ini pecah tatkala kendaraan yang ia gunakan untuk mencari rejeki harus raib begitu saja.

Akun @depok24jam juga turut menuliskan keterangan yang menginformasikan bahwa kejadian tersebut terjadi pada pukul 09.30 WIB.

"Kejadian tadi pagi sekitar jam set 10 kalau gak salah.

Di sekitar Apartemen Cibubur Village.

Si bapak markir motornya di luar area parkir.

Mungkin mikirnya cuma bentar doang." tulis @depok24jam dikutip TribunStyle.com pada Jumat (7/8/2020).

Unggahan tersebut lantar ramai dikomentari oleh warganet yang merasa iba atas kejadian yang menimpa driver ojol itu.

"Ancur bener ati kalo ngeliat bginian:(" tulis @ptrnajwaaaa

"Ya allah tega bgt tu maling , sabar ya pak semoga bnyak rejekinya ya pak biar bsa beli mtor lgi" tulis @mallaratuaisyah.

"yaallah, semoga diganti yg lebih ya pak dilancarkan selalu rezekinya" tulis @debisyabania.

"Ya Allah, semoga Allah ganti yg lebih baik" tulis @rizky.ramlan.

Driver Ojol Ditendang Hingga Jatuh

Sementara itu, kejadian naas juga menimpa salah satu driver ojek online lainnya.

Video yang memperlihatkan seseorang menendang driver ojol hingga terpental itu viral di Twitter.

Salah satu pengunggahnya adalah akun Twitter @gojek24jam, Sabtu (4/7/2020).

"Kronologi nya driver tiba-tiba berhenti sebelah kiri alasan berhenti nya karna ada ibu2 mau nyebrang.

Terus dr belakang pelaku juga berhenti dengan klakson kencang gt, lalu driver bls klakson dengan biasa lalu pelaku turun dr mobil nanyak sama driver kamu nantang saya….?" tulis akun tersebut.

Hingga artikel ini dibuat, unggahan itu telah dibagikan oleh lebih dari 21 ribu pengguna Twitter.

Dikutip dari Kompas.com, driver ojol korban penganiayaan itu diketahui bernama Mulyadi (43).

Ia sempat terjungkal setelah menerima tendangan dari seorang pria berinisial AK (23), terjadi di Kota Pekanbaru, Riau.

Pelaku telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Terungkap, tersangka ternyata positif menggunakan narkoba setelah dilakukan pemeriksaan di Polresta Pekanbaru.

"Berdasarkan hasil cek urine, tersangka positif mengkonsumsi zat methamphetamine dan amphetamine atau narkotika," ungkap Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Minggu (5/7/2020), dikutip dari Kompas.com.

Nandang juga menyebutkan, pada saat melakukan aksi penganiayaan terhadap korban, tersangka masih di bawah pengaruh narkotika.

Pelaku penendangan driver ojol (kaos oblong putih) diamankan di Polresta Pekanbaru pada Sabtu (4/7/2020) malam. (Twitter @dondy_)

Kronologi Aksi Penendangan Driver Ojol

Menurut Nandang, pemicu penganiayaan pengemudi ojol itu adalah perselisihan di jalan.

Berawal dari saling membunyikan klakson, berujung pada tendangan hingga pengemudi ojol terjungkal jatuh beserta motornya.

Pelaku yang mengendarai mobil sempat terhalang oleh pengendara ojol di depannya dan membunyikan klakson mobilnya.

Pengemudi ojol itu pun membalas dengan membunyikan klakson sepeda motornya.

Pelaku lantas menyalip dan menghadang driver ojol itu.

Turun dari mobil, pelaku memaki korban hingga akhirnya menendangnya hingga terjatuh.

Tidak hanya memaki dan menendang, pelaku diketahui sempat mengancam korban akan menembaknya dengan pistol.

Saat itu, korban tidak melawan, sedangkan pelaku langsung pergi setelah melakukan aksinya.

Aksi Solidaritas Rekan Sesama Ojol, Rumah Pelaku Digeruduk

Ternyata, setelah kejadian, sejumlah pengemudi ojol mengikuti pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban.

Rumah pelaku pun dipenuhi oleh ratusan pengemudi ojol yang tak terima kawannya diperlakukan sedemikian rupa.

Alsi solidaritas yang dilakukan oleh para pengemudi ojol itu juga ramai diperbincangkan warganet.

Video penggerudukkan rumah pelaku penendang driver ojol itu juga diunggah oleh akun Instagram @lokerriau1_.

"Jadi mari kita semua Bersahabat..dan bersalaman… buat Abang" ojol yg dilokasi jgn kesehatan dan jaga kekompakan kalian.. jujur merinding Admin melihat video ini dan pokonya Salut dehh," tulis akun tersebut dalam keterangan.

Unggahan itu sontak mengundang komentar para warganet yang mengapresiasi aksi solidaritas sesama pengemudi ojol itu.

"Solidaritas ojol luar biasa!!!" ungkap akun Instagram @ajiagungnugroho1.

"Makanya jangan macam macam sama Abang ojol pasukan mereka itu care semua satu yang kena semua turun tangan," tulis @bundaarkhan_.

Ancaman Lima Tahun Penjara bagi Tersangka

Setelah viral ratusan pengemudi ojol menggeruduk rumah pelaku, sejumlah petugas kepolisian datang ke lokasi untuk menenangkan para pengemudi ojol dan membawa pelaku ke Mapolres Pekanbaru.

Polisi akhirnya menetapkan AK (23) sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap pengemudi ojol Mulyadi, berdasarkan alat-alat bukti, keterangan saksi serta bukti visum.

AK dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Selain itu, polisi juga akan memproses kasus lainnya, seperti telah disebutkan sebelumnya, yakni terkait penyalahgunaan narkoba.

(TribunStyle.com/TsaniaF/Gigih Panggayuh)

Artikel Asli