Baru 5 Hari Dibuka Pemerintah, Sekolah Munculkan Berbagai Klaster Corona

kumparan Dipublikasikan 11.14, 12/08 • kumparanNEWS
Mendikbud Nadiem Makarim meninjau sejumlah sekolah di Kota Bogor. Foto: Kemendikbud

Baru 5 hari setelah pemerintah mengizinkan sekolah di zona kuning dan hijau dibuka, sudah muncul klaster baru corona. Setidaknya, menurut catatan Laporcovid19, ada 6 klaster sekolah.

"Saat PBM tatap muka dimulai, bermunculan klaster-klaster baru penularan Covid dari sekolah dari berbagai daerah. Konsekuensi serius dari kebijakan Kemdikbud_RI !!Apa tindakanmu Kak

Inisiator Laporcovid19 Irma Hidayana telah mengizinkan kumparan untuk mengutip dan menyadur data mereka.

Siswa kelas VII SMPN 1 Kota Jambi mengenakan masker dan pelindung wajah sebelum memasuki kelas pada hari pertama sekolah Tahun Pelajaran 2020/2021 di Jambi. Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO

Berikut 6 klaster sekolah di seluruh Indonesia:

  • Klaster Sekolah Tulungagung

Siswa 9 tahun menulari 5 siswa lainnya dan 2 guru. Siswa ini tertular dari sang ayah.

  • Klaster Sekolah Kalimantan Barat

14 siswa dan 8 guru di Provinsi Kalbar terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka berasal dari:

  • SMA 1 Ketapang,

  • SMA 1 Ngabang,

  • SMA 1 Pontianak,

  • SMPN 1 Pontianak,

  • SMAN 2 Pontianak

  • SMAN 3 Pontianak

  • Klaster Sekolah di Tegal

Siswa SD dari Kecamatan Pangkah, Tegal, positif corona tertular dari kakeknya. Ia sempat masuk sekolah. Akibatnya guru dan teman sekelasnya harus menjalani tes swab.

  • Klaster Sekolah di Cilegon

Seorang siswa SMPN 7 Cilegon positif COVID-19 di masa uji coba KBM tatap muka di 53 sekolah yang dihelat mulai 3 Agustus 2020.

Pemerintah Daerah Cirebon langsung membatalkan kebijakan sekolah tatap muka pada 5 Agustus.

  • Klaster Sekolah Sumedang

Pelajar (6 tahun) di Kecamatan Situraja & pelajar (9 tahun) dari Kecamatan Sumedang Utara tertular corona dari pedagang Pasar Situraja. Keduanya tertular saat perjalanan ke/dari sekolah.

  • Klaster Sekolah Pati

26 santri Pondok Pesantren di Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati dinyatakan positif COVID-19. Pesantren itu langsung 'lockdown'.

Sebelumnya, pemerintah mengizinkan sekolah di zona kuning dan hijau corona untuk belajar tatap muka. Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan pemda bisa menutup kembali sekolah bila muncul kasus baru virus corona.

"Kalau pun zona itu berubah status dari kuning ke oranye, maka tatap muka tidak boleh dilanjutkan lagi. Kalau ada yang terbukti terpapar, sekolah itu tidak boleh tatap muka sampai kondisinya aman," ujar Nadiem dalam program To The Point kumparan, Selasa (11/8).

Artikel Asli