Barcelona Kecam Rasisme dan Kekerasan yang Menimpa George Floyd

Kompas.com Dipublikasikan 02.40, 01/06 • Kevin Topan Kristianto
AFP/JOSEP LAGO
Sebuah gambar menunjukkan pintu masuk kosong ke stadion Camp Nou di Barcelona pada 13 Maret 2020 setelah La Liga mengatakan dua divisi teratas Spanyol akan ditangguhkan setidaknya selam dua minggu karena wabah virus corona.

KOMPAS.com - Raksasa Liga Spanyol, Barcelona, turut menunjukkan solidaritas untuk George Floyd.

Melalui akun Instagram resmi klub pada Minggu (31/5/2020), waktu setempat, Barcelona sangat menentang rasisme dan kekerasan terhadap kematian George Floyd.

"Rasisme, sebagai bentuk diskriminasi yang berupaya menurunkan dan meminggirkan orang karena jenis kelamin, orientasi seksual, asal-usul, atau warna kulit, adalah pandemi yang mempengaruhi kita semua," tulis pernyataan Barcelona disertai caption emoji tangan mengepal berbagai warna kulit melalui akun Instagram.

"Di Barcelona, kami tidak akan berhenti melawannya."

"Ini juga merupakan komitmen kita."

George Floyd merupakan pria yang tewas di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat pada Senin (25/5/2020).

Floyd kehilangan nyawanya setelah mendapat kekerasan dari polisi.

Floyd tewas setelah lehernya ditindih lutut polisi, ketika ia tiarap dan sedang diamankan.
Rekaman video memperlihatkan bagaimana Derek Chauvin dari Kepolisian Minneapolis menindih leher Floyd dengan lututnya selama lebih dari 8 menit.

Padahal, saat itu, Floyd telah mengutarakan bahwa ia tak bisa bernapas.

Kematian Floyd kemudian memantik demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat dengan mengangkat isu rasialisme.

Penulis: Kevin Topan KristiantoEditor: Tri Indriawati

Artikel Asli