Banyak Wakil Parpol di Kabinet Jokowi Periode II, Ini Kata Pengamat

Merdeka.com Dipublikasikan 06.11, 17/10/2019
Presiden Jokowi. ©2017 Biro Pers Istana
Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal mengatakan, kementerian sektor Perdagangan, Perindustrian, BUMN, dan Pertanian diharapkan diisi oleh sosok profesional. Namun itu bukan berarti tokoh politik tak boleh menjabat, sebab kehadiran parpol bisa membantu stabilitas politik.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal mengatakan, kementerian sektor Perdagangan, Perindustrian, BUMN, dan Pertanian diharapkan diisi oleh sosok profesional. Namun itu bukan berarti tokoh politik tak boleh menjabat, sebab kehadiran parpol bisa membantu stabilitas politik.

"Harus diisi sosok profesional. Bukannya dia tidak dari politik, bisa saja dari unsur parpol karena bagaimana pun ini kompromi. Ke depan lebih banyak partai (di kabinet) lebih bagus," jelas Fithra di Jakarta, Kamis (17/10).

Menurutnya, kehadiran stabilitas politik penting untuk para investor selain kepastian hukum dan sisi regulasi. Sebab, Indonesia butuh investasi minimal Rp 35 ribu triliun hingga tahun 2024 agar bisa mendobrak jebakan kelas menengah pada tahun 2030.

Dia menjelaskan, ada dua target untuk meraih investasi minimal Rp 35 ribu triliun di tahun 2030, yakni melalui penambahan ekspor dan investasi. Namun, hanya 10 persen yang pemerintah dapat berikan, dan sisanya perlu disediakan para swasta. Kehadiran sosok menteri profesional itulah yang bisa menarik investor.

"Bagaimana kemudian sosok-sosok yang profesional dan dapat diterima pasar. Semoga bisa dimunculkan, misalnya Arief Budimanta. Investor ketika melihat itu, dan nyaman, maka mereka masuk melakukan investasi," tegas Fithra.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com

Artikel Asli