Banyak Pilot Nganggur, STPI Curug tak Terima Calon Pilot

REPUBLIKA ONLINE Dipublikasikan 06.54, 14/08 • Dwi Murdaningsih
Kapten pilot (ilustrasi)
Kapten pilot (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug yang berada di Kabupaten Tangerang, tak menerima calon mahasiswa kejuruan pilot di Tahun 2020. Penyetopan penerimaan peserta didik pilot ini dilatarbelakangi karena masih adanya ratusan lulusan pilot di sekolah tersebut yang belum bekerja.

“Kita putuskan untuk tahun 2020 ini STPI Curug tidak mendidik pilot, kita setop dulu. Jadi pendidikan pilot hanya di Banyuwangi saja, dan itu tidak banyak," ucap Kepala PPSDMPU Kemenhub Heri Sudarmaji dalam keterangan, Jumat (14/8).

Ia pun melanjutkan hingga kini tercatat 300 lulusan pilot STPI yang belum terserap atau bekerja. Hal ini yang akhirnya melatarbelakangi STPI Curug tak membuka calon pendaftaran pilot baru.

"Yang masih belum terserap itu masih ada 300-an orang, makanya kita setop dulu pembukaan dan pendaftaraan STPI jurusan pilot," katanya.

Adapun untuk kedepan, ratusan pilot ini akan dilatih bersama dengan instansi TNI dan Polri. Hal ini agar mereka dapat dipekerjakan sebagai pilot untuk menerbangkan pesawat di kedua instansi tersebut.

"Hal ini dilakukan untuk mengurangi pengangguran pilot," kata Heri.

Sementara, Heri juga mengungkapkan, di Indonesia masih ada 671 pilot yang belum dapat pekerjaan. Jumlah tersebut terhitung lima tahun lamanya sejak tahun 2015 hingga 2020.

"Terkait dengan pilot yang belum terserap, kami punya data sejak tahun 2015-2020 lulusan kita 671 orang. Dan 300-an orang diantaranya lulusan STPI," ungkap Heri.

Maka dari itu, Kemenhub akan menambah keahlian dan keilmuan para lulusan pilot yang belum terserap. Seperti pengajaran take off di atas air untuk mengoperasikan sea plane.

Artikel Asli