Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Kompas.com Dipublikasikan 12.02, 08/08 • Kontributor Sains, Monika Novena
sciencealert
Kutu merupakan salah satu kelompok parasit penghisap darah.

KOMPAS.com - Ada banyak hewan yang membutuhkan bantuan konservasi. Sebut saja Panda, koala, harimau, paus, dan masih banyak lagi.

Namun, baru-baru ini ilmuwan justru meminta kita untuk memberi perhatian pada kelompok parasit.

Seperti dilansir dari Science Alert, Jumat (7/8/2020) meski dianggap monster penghisap darah, merugikan inangnya, dan dianggap tak perlu dilindungi, parasit juga memiliki peran ekologis yang sangat signifikan.

Baca juga: Berusia 500 Juta Tahun, Inilah Fosil Parasit Paling Awal di Bumi

Parasit memengaruhi kelangsungan hidup dan reproduksi banyak spesies inang serta membentuk hubungan penting di seluruh rantai makanan. Seperti misalnya mengatur populasi satwa liar yang terus berkembang biak.

Namun sayangnya, hanya sekitar 10 persen parasit saja yang telah diidentifikasi. Akibatnya sebagain besar ditinggalkan dari kegiatan konservasi dan penelitian.

"Parasit adalah kelompok spesies yang sangat beragam. Tetapi kita tidak menganggap keanekaragaman itu sebagai sesuatu yang berharga," papar Chelsea Wood, ahli ekologi dari Univerity of Washington.

Untuk itu, tim ilmuwan pun berencana membuat konservasi parasit global. Dalam sebuah makalah, tim ilmuwan internasional mengusulkan 12 tujuan yang dapat memajukan konservasi keanekaragaman hayati melalui campuran penelitian, advokasi, dan pengelolan.

Baca juga: Kamasutra Satwa: Anglerfish Jantan Gigit Tubuh Betina, Jadi Parasit untuk Selamanya

"Meskipun kami tak tahu banyak tentang sebagaian besar spesies parasit, kami masih dapat mengambul tindakan sekarang untuk melestarikan keanekaragaman hayati parasit," ungkap Skylar Hopkins, salah satu penulis makalah mengenai parasit ini.

Lebih lanjut, para ilmuwan punya tujuan ambisius untuk mendeskripsikan setengah dari parasit dunia dalam 10 tahun ke depan.

Pemberian deskripsi tersebut merupakan bagia penting dari proses konservasi. Sebab saat spesies tak memiliki nama, kita tak bisa menyelamatkan mereka.

Namun ia menekankan bahwa tidak ada parasit yang menginfeksi manusia atau hewan peliharaan yang termasuk dalam rencana konservasi mereka.

Makalah telah diterbitkan di Biological Conservation.

Penulis: Kontributor Sains, Monika NovenaEditor: Gloria Setyvani Putri

Artikel Asli