Bantuan Untuk Karyawan Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Terhambat Data Rekening Peserta

Kontan.co.id Dipublikasikan 01.01, 10/08 • Abdul Basith Bardan, Lidya Yuniartha, Ratih Waseso

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Niat baik pemerintah untuk menyalurkan bantuan langsung tunai berupa subsidi gaji ke pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan belum selempang rencana.

Bantuan sosial untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini sedianya akan di transfer langsung ke rekening pekerja peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja atau BP Jamsostek. Nilainya Rp 600.000 per bulan selama empat bulan dari September-Desember 2020.

Masalahnya, BP Jamsostek tak memiliki nomor rekening 13,8 juta pekerja yang menjadi pesertanya.

"Saat ini, BP Jamsostek masih mengumpulkan data nomer rekening peserta yang memenuhi kriteria bantuan tunai langsung," ujar Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BP Jamsostek Irvansyah Utoh Banja kepada KONTAN, Minggu (9/8).

Baca Juga: Meracik Ulang Portofolio Investasi Demi Menghadapi Ancaman Resesi

Seluruh kantor cabang BP Jamsostek di seluruh Indonesia berusaha mengumpulkan data. "Kami juga berharap perusahaan pemberi kerja maupun pekerja ikut proaktif menyampaikan data nomor rekening dimaksud sesuai skema dan kriteria pemerintah," ujar Utoh, panggilan karibnya. BP Jamsostek akan berusaha menyelesaikan pengumpulan data nomor rekening ini sebelum bulan September 2020.

Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, data ini akan divalidasi dan diverifikasi. "InsyaAllah dalam dua minggu ini, kami akan mengumpulkan dan memverifikasi nomor rekening peserta karena mekanismenya secara tunai," ujar Budi.

Koordinator bidang Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar tak yakin pengumpulan data nomor rekening pekerja bisa berlangsung cepat.

Menurut Timboel, banyak pekerja yang tak memiliki nomor rekening perbankan. Alhasil, kata dia, pekerja yang juga peserta BP Jamsostek yang memenuhi syarat berpotensi tidak memperoleh bantuan subsidi langsung dari pemerintah tersebut.

Baca Juga: Sentul City (BKSL) Digugat Pailit Keluarga Bintoro

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani yakin, pengusaha tak keberatan menyetorkan data nomor rekening pekerja ke BP Jamsostek, asal data tersebut tak disalahgunakan. "Kami mendukung rencana ini karena bisa mendongkrak daya beli pekerja," ujar dia.

Maka, Shinta minta pemerintah mempercepat pelaksanaan program ini karena dibutuhkan untuk menggerakkan roda ekonomi khususnya di kuartal III dan IV - 2020 yang diproyeksi masih lesu jika tanpa subdisi tunai.

Ekonom Senior Indef Aviliani mengingatkan, bukan hanya masyarakat miskin saja yang memerlukan bantuan pemerintah, tapi masyarakat kelas menengah yang turun kelas juga harus diperhatikan oleh pemerintah.

Artikel Asli