Bank Indonesia Prediksi September 2019 Akan Terjadi Deflasi 0,19 Persen

Merdeka.com Dipublikasikan 06.54, 20/09/2019
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu Achmud
Bank Indonesia (BI) memperkirakan akan terjadi deflasi pada bulan September 2019 sebesar -0,19 persen. Dengan deflasi tersebut maka, secara year on year (yoy) inflasi tercatat sebesar 3,48 persen persen. Andil deflasi yang terjadi di September dikarenakan banyak komoditas pangan yang mengalami penurunan seperti cabai.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan akan terjadi deflasi pada bulan September 2019 sebesar -0,19 persen. Dengan deflasi tersebut maka, secara year on year (yoy) inflasi tercatat sebesar 3,48 persen persen.

"Berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu ketiga kita perkirakan di bulan September ini akan terjadi deflasi. Deflasi yaitu sebesar minus 0,19 persen mtm. Sehingga kalau inflasi yoy 3,48 persen," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo saat ditemui di Kompleks Masjid BI, Jakarta, Jumat (20/9).

Perry mengatakan, andil deflasi yang terjadi di September dikarenakan banyak komoditas pangan yang mengalami penurunan seperti cabai merah, bawang merah, hingga daging dan ayam ras.

"Cabai merah terjadi deflasi minus 0,21 persen, bawang merah minus 0,7 persen. Dan yang lain agak gede daging ayam ras minus 0,05 persen," kata dia.

Perry mengakui kenaikan iflasi di dua bulan sebelumnya memang diakibatkan oleh tingginya harga cabai. Mengingat pada waktu itu masuk faktor musiman, dalam artian tidak dalam masa panen.

"Ini sudah mulai ada pasokan dari cabai sehingga sudah terjadi deflasi tadi yang saya sampaikan," imbuh dia.

Perry meyakini, dengan deflasi yang terjadi di September tersebut menunjukkan bahwa inflasi semakin terjaga rendah dan stabil hingga akhir tahun. Sehingga inflasi pada akhir 2019 diproyeksikan masih akan berada tengah-tengah di bawah kisaran 3,5 persen.

"Sekali lagi ini mengkonfirmasi dengan realisasi inflasi sampai bulan September, Bank Indonesia meyakini bahwa inflasi akhir tahun ini akan di bawah titik tengah sasaran 3,5 persen akan di bawah 3,5 persen. Tahun depan kami masih optimis akan berada di sasaran kisaran 3 persen plus minus 1 persen itu untuk tahun depan," tandasnya.

Artikel Asli