Bangga dengan Orang Tuanya yang Menjual Bakso, Polisi Ini Cium Kaki Ayahnya di Muka Umum

Boombastis.com Dipublikasikan 20.00, 21/02 • Ayu

Serendah apapun pendidikannya, semiskin apapun dia, dan apapun pekerjaannya, yang namanya orang tua adalah sosok yang sudah memberikan pendidikan dan kasih sayang kepadamu dengan sepenuh hati. Posisimu yang sekarang ini adalah karena peluh dan tetesan keringat orang tuamu. Maka, jangan sungkan dan malu untuk berterima kasih kepada mereka.

Hal inilah yang dilakukan oleh seorang salah seorang lelaki yang sedang menempuh pendidikan polisi di Palu. Adalah Mohammad Risky Saputra (19), salah seorang siswa Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) Labuan Panimba, Palu.

Mencium kaki orang tuanya di sela-sela latihan

Risky menjadi viral karena video di mana ia bersimpuh dan mencium kaki ayahnya tersebar di media sosial. Saat itu, Risky sendiri sedang melakukan latihan kerja (latja) di Polda Sulteng di Baruga Polres, Palu. Melansir grid.id, momen mengaharukan ini terjadi saat para siswa calon polisi sedang latihan di tengah-tengah arahan Kapolres Palu, AKBP H. Moch Sholeh, SIK.SH.MH kepada siswa Latja SPN Labuan Panimba.

View this post on Instagram

Kapolres Palu AKBP H.Moch Sholeh , SIK.SH.MH memberikan arahan kepada siswa Latja SPN Labuan Panimba Polda sulteng di baruga Polres Palu ,senin 17/02/20.pukul 10.20 wita. Ditengah – tengah arahan bapak kapolres ada seorang bapak berdiri menonton dekat siswa ,kapolres spontan bertanya " Pak cari siapa? Bapak tersebut menjawab saya sedang melihat anak saya pak yang sedang melaksanakan Latja di Polres Palu. Kemudian kapolres bertanya yang mana anak bapak ? Setelah menunjukan anaknya. Kapolres langsung memanggil maju kedepan siswa latja tersebut , " Bapak ini bekerja sebagai penjual sate dan biasanya menjual sate di lingkungan Polres Palu. tapi beliau ini bisa memberi support kepada anaknya untuk masuk polisi.Jadi adik – adik pelajar jika ingin jadi polisi mulai sekarang siapkan mental,fisik dan kesehatan percayalah pasti bisa."ingat penerimaan polri transparan dan akuntabel diawasi oleh team dari pusat tidak boleh main – main." Ayo daftar polisi Kamu pasti bisa "ujar Kapolres Palu AKBP H.Moch Sholeh. @sholeh_ps98

A post shared by Humas Polres Palu (@humas.polrespalu) on Feb 17, 2020 at 5:49pm PST

Salah seorang bapak ternyata menonton latihan itu. Dengan ramah, Kapolres menyapa bapak tersebut dan bertanya “Pak, cari siapa?” Bapak tersebut tidak menyebutkan nama, ia hanya mengatakan bahwa dirinya tengah melihat anaknya latihan. “Lihat anak saya pak, lagi latja di sini”. Setelah ditanya siapa nama anaknya, sang bapak tersebut menunjuk ke arah Risky. Oleh Kapolres Risky lalu dipanggil dan dipersilakan maju ke depan. Tak berselang lama, Risky kemudian bersimpuh sambil mencium kaki ayahnya. Momen inilah yang membuat haru banyak orang, hingga ada yang mengabadikan dalam bentuk video.

Cita-cita Risky dan pengorbanan orang tuanya

Orang tua Risky bukanlah seorang yang berada. Bapak bernama Supriyadi ini adalah seorang penjual sate dan bakso keliling. Meski begitu, dengan semangat penuh, dari hasil berjualannya ia mampu menyekolahkan anak-anaknya sekolah tinggi. Risky sendiri merupakan putra bungsu dari pasangan Supriyadi dan Sumarni. Maret 2020 ini, Risky akan dilantik menjadi seorang polisi, sehingga momen ini menjadi kenangan orang tuanya untuk menonton sang anak yang masih proses latihan.

Mohammad Risky Saputra [sumber gambar]

Risky sendiri juga tinggal di rumah yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Karena itu, ia bercita-cita sekolah tinggi dan membelikan rumah baru untuk orang tuanya setelah bekerja. Mengenai video yang sempat viral, ibunya hanya mengatakan kalau ia mengetahui kabar tersebut dari orang-orang, karena ia tak begituupdate informasi.

Banggalah pada orang tuamu siapapun mereka

Siapapun mereka, ayah dan ibu tetap orang tuamu. Orang yang selalu memberikan dukungan penuh dan siap jungkir balik membiayai demi pendidikan dan kehidupan anaknya yang lebih baik.

Bapak penjual bakso [sumber gambar]

Siapapun mereka, apapun pekerjaan dan penampilannya, tetaplah sayangi dan hormati mereka ya. Orang tua itu kadang memang tidak menuntut lebih, selama anaknya bahagia, maka mereka juga akan merasakan hal yang sama.

Dari Risky ini kita bisa belajar bahwa tak perlu malu kalau punya orang tua yang mungkin pekerjaannya biasa saja, atau mungkin pendidikannya tidak tinggi, pakaiannya tidak bagus, serta kurang memahami dunia anak muda zaman sekarang. tetap sayangi mereka, karena merekalah yang menjadikan kamu ada di posisimu yang sekarang.

Artikel Asli