Bandara YIA Beroperasi Penuh 29 Maret, 168 Penerbangan Pindah dari Yogyakarta ke Kulon Progo

Kompas.com Dipublikasikan 10.09, 28/03 • Kontributor Yogyakarta, Dani Julius Zebua
DOKUMEN AP I
Tempat duduk dipisah untuk mengutangi dampak wabah Covid-19 di ruang tunggu dan terminal Bandar Udara Yogyakarta International Airportdi Kulon Progo, DI Yogyakarta.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA) atau bandara Kulon Progo akan beroperasi penuh mulai Minggu (29/3/2020).

Ratusan penerbangan akan berlangsung setiap hari di bandara yang berada di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi mengungkapkan, YIA tetap beroperasi penuh sesuai jadwal di tengah merebak penyakit Coronavirus Diseases (Covid)- 19 akibat virus SARS CoV-2. 

“Akan beroperasi penuh besok. Perdana secara penuh,” kata Faik saat memberi keterangan pers di terminal penumpang YIA, Sabtu (28/3/2020).

Konferensi pers berlangsung melalui hubungan daring.

Baca juga: AP I: Besok Bandara YIA Beroperasi, 135 Penerbangan Bakal Beroperasi

Semua penerbangan dari Adisutjipto pindah ke YIA

Bandara YIA merupakan bandara baru Yogyakarta yang mulai dibangun menjelang akhir 2018. YIA dibangun karena bandara lama sudah melebihi kapasitas penumpangnya. 

YIA beroperasi minimalis mulai awal Mei 2019. Tidak ada penerbangan internasional selama itu. YIA melayani 32 penerbangan sampai sekarang. 

Kini, bandara baru ini akan melayani seluruh penerbangan pesawat jet yang semula beroperasi di Bandara Adisutjipto. Bandara Adisutjipto mengoperasikan 136 penerbangan jet dalam satu hari.

Semuanya pindah ke YIA, Minggu besok. 

“Ditambah 32 maka total 168 movement atau 84 flight take off dan 84 landing dalam satu hari,” kata Faik. 

Baca juga: Jawa Sering Gempa, Ahli Ingatkan Mitigasi Sebelum Bandara YIA Diresmikan

Flight pertama Batik Air

Penerbangan pertama akan dilakukan maskapai Batik Air yang terbang ke Samarinda, bandara APT Pranoto, pada pukuk 06.00 WIB. Pada jam sama, Batik juga terbang ke Jakarta. 

Sementara pesawat Lion Air akan mendarat pada pukul 06.20 WIB dari Bandara Soekarno Hatta.  Bandara juga mulai beroperasi selama 24 jam. 

Faik mengungkapkan, operasional penuh perdana ini tidak ditandai peresmian bandara sebagaimana rencana.

Di tengah Pandemi Covid-19, YIA pun terpaksa menunda semua rencana peresmiannya.

“Tidak ada seremoni untuk semaksimal mungkin mengurangi penyebaran virus. Kita fokus pada kelancaran operasional saja,” kata Faik.  

Baca juga: Merapi Meletus: Bandara Adi Sumarmo Ditutup Sementara, Adi Sutjipto dan YIA Aman

 

Akibat corona, YIA tunda 53 penerbangan

Pandemi Covid-19 mempengaruhi layanan penerbangan di YIA di awal operasional penuh bandara. Akibatnya, tidak semua penerbangan yang direncanakan akan berlangsung di YIA.

Sebanyak 53 dari 168 penerbangan itu menunda penerbangan pada musim pandemi, termasuk penerbangan internasional.

Karena itu, jumlah penumpang pun akan turun drastis. AP I di Yogyakarta biasanya melayani 18.000 penumpang dalam satu hari di kondisi normal. 

Pandemi menggerus penumpang. Faik mengungkapkan, penumpang per hari bisa tersisa antara 7.000-8.000 penumpang per hari. 

“Dengan merebak corona memang ada penurunan signifikan,”: kata Faik. 

Bersama dengan beroperasinya YIA, Bandara Adisutjipto tetap masih difungsikan. Namun, Adisutjipto hanya melayani penerbangan dengan pesawat baling-baling dan pesawat Charter.

Sebanyak 29 penerbangan dengan pesawat Fokker masih berlangsung di Adisutjipto. Semuanya melayani rute domestik dengan penumpang sekitar 2.000 per hari.   Operasional bandara juga dibatasi hingga pukul 18.00 WIB.

Baca juga: Pengemudi Sedan yang Balapan di Underpass YIA: Awalnya untuk Promosi Kulon Progo

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Dani Julius ZebuaEditor: Aprillia Ika

Artikel Asli