Baju Nadiem Makarim Disindir Politisi, Seperti Apa Sih?

Dream.co.id Dipublikasikan 02.00, 09/12/2019
Mendikbud, Nadiem Makarim (Foto: Istimewa)
Marzkuie Alie menilai Nadiem seharusnya menyontoh Jokowi yang selalu berpakaian sesuai dress code.

Dream - Gaya berpakaian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem kembali menjadi sorotan. Kali ini datang dari Politisi Partai Demokrat, Marzuki Alie yag menyoroti gaya Nadiem saat pelantikan rektor Universitas Indonesia (UI).

Menurut Marzuki pakaian yang dikenakan Nadiem tak sesuai dengan acara yang digelar. Lewat cuitannya di Twitter, mantan ketua DPR RI ini menyampaikan keluhannya dengan gaya berpenampilan pendiri Gojek tersebut.

"Mas menteri @NadiemMakarim sebagai pejabat VVIP pada acara resmi protokoler, pelantikan rektor UI, pakai baju santai, sepatu tanpa kaos, disaat yang lain pakaian lengkap. Perlu mencontoh pres @jokowi yang bisa menyesuaikan dress codenya. Anda sekarang pejabat publik," kata Marzuki, di akun Twitter pribadinya @marzukialie_MA, Jumat, 6 Desember 2019.

Mas menteri @NadiemMakarim sebagai pejabat VVIP pada acara resmi protokoler, pelantikan rektor UI, pakai baju santai, sepatu tanpa kaos, disaat yang lain pakaian lengkap. Perlu mencontoh pres @jokowi yang bisa menyesuaikan dress codenya. Anda sekarang pejabat publik. pic.twitter.com/zGKe4wXJgL

— Marzuki Alie Dr.H. (@marzukialie_MA) December 5, 2019

Tak hanya itu, Marzuki juga menjawab pernyataan seorang warganet yang menyindir kinerja.

"Buat apa sok rapi ujung-ujungnya sekolah di KPK. Yang penting kinerja bukan kemeja," tulis warganet.

Marzuki menjawab, dalam undangan biasanya sudah ada ketentuan pakaian yang akan digunakan. "Pada undangan tertulis dress codenya. Kalau gitu saat pelantikan menteri, gak usah pakai jas. Presiden pakai jas juga. Lah mentang-mentang bawahan dilecehkan gitu," tulis Marzuki.

 

Ini Sambutan Nadiem di Pelantikan Rektor UI

Dalam acara pelantikan rektor tersebut, Nadiem menyampaikan mengenai implementasi visi-misi Presiden Joko Widodo untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul.

"Lima tahun ke depan prioritas nomor satu adalah, ada satu mahasiswa yang keluar dia bisa apa? Sukses apa? Dan karakter seperti apa?" kata Nadiem.

Saat ini, Indonesia sedang memasuki era di mana gelar tidak menjamin kompetensi.

"Memasuki era di mana kelulusan tidak menjamin kesiapan berkarya, akreditasi tidak menjamin mutu, masuk kelas tidak menjamin belajar," ujar dia.

Artikel Asli