Bahaya! Kenali 5 Dampak Buruk Penggunaan Kipas Angin untuk Bayi

Popmama.com Dipublikasikan 04.00, 11/12/2019 • Dimas Prasetyo
kikuu.com

Ketika cuaca mulai panas, tak jarang penggunaan kipas angin diperlukan agar kondisi suhu di dalam ruangan bisa kembali normal. Kipas angin pun dirasa sangat diperlukan agar si Kecil tidak merasa kepanasan. 

Walaupun kipas angin mampu membantu menyejukkan kamar bayi, namun Mama perlu mengetahui bahwa ada aturan dimana udara yang dihasilkan oleh kipas angin tidak boleh diarahkan langsung ke tubuhnya, karena bisa membahayakan kesehatan si Kecil. 

Jika Mama termasuk yang sering menggunakan kipas angin di rumah, maka perlu mengetahui beberapa informasi serta fakta lain agar pertumbuhan dan perkembangan anak mama tetap optimal. Untuk yang ingin mengetahui informasinya lebih jelas, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Cari tahu bahaya penggunaan kipas angin yang kurang tepat untuk kesehatan bayi ya, Ma!

1. Mengalami penurunan suhu tubuh hingga hipotermia 

parenting.firstcry.com

Dilansir dari Today Parent, penggunaan kipas angin untuk bayi terutama di dalam kamar tentu sangat berguna untuk memastikan sirkulasi udara tetap baik. Namun penggunaan kipas angin tetap ada aturan yakni usahakan tidak mengarahkannya langsung ke tubuh bayi. 

Jika udara yang dihasilkan oleh kipas angin langsung ke arah si Kecil, bisa saja berdampak buruk untuk kesehatannya yakni hipotermia. Apalagi udara yang dikeluarkan kipas angin membuat seisi ruangan bersuhu lebih dingin untuk kulit bayi. 

Saat mengalami hipotermia, tanpa disadari suhu tubuh si Kecil akan berkurang drastis dari suhu yang seharusnya. Sebagai orangtua, Mama perlu ketahui bahwa penurunan suhu tubuh bayi yang berada di bawah batas normal tentu akan berbahaya untuk kesehatannya. 

2. Meningkatkan risiko bayi mengalami dehidrasi

Pixabay/Ben_Kerckx

Penggunaan kipas di dalam kamar bayi memang bertujuan baik yaitu ingin membuat si Kecil tidak mudah gerah. Namun, perlu diketahui bahwa pemakaian kipas angin yang diarahkan langsung ke tubuh si Kecil hanya akan membuatnya kekurangan cadangan air.

Jika pemakaian tersebut terus dilakukan dengan mengarahkan langsung ke tubuh bayi, maka akan berisiko membuatnya dehidrasi dan kulit pun menjadi kering. Hal ini diakibatkan karena air yang berguna untuk menjaga kelembapan kulit semakin menipis dan berkurang. 

Ketika asupan cairan di dalam tubuh berkurang dan menyebabkan dehidrasi, biasanya si Kecil akan memperlihatkan sebuah tanda seperti seringkali merasa kehausan karena penggunaan kipas angin yang terlalu lama. 

3. Debu atau kotoran masuk ke paru-paru mengakibatkan infeksi pernapasan

Pixabay/PublicDomainArchive

Penggunaan kipas angin secara langsung ke tubuh bayi akan berdampak buruk untuk kesehatan apalagi jika kebersihannya tidak dijaga dengan baik. Kebersihan kipas angin secara konsisten perlu sekali diperhatikan. 

Perlu diketahui bahwa debu yang menempel pada baling-baling justru akan membuat kipas angin jadi terlihat kotor dan tidak terawat dengan baik.

Tak hanya itu, kipas angin yang kotor dan jarang dibersihkan dapat menurunkan kualitas udara saat dihirup oleh si Kecil. Debu atau kotoran dengan mudah terbawa angin. 

Perlu diingat bahwa walaupun kipas angin memiliki filter penyaring debu, namun tidak menutup kemungkinan berbagai debu atau kotoran yang menempel bisa terhirup oleh si Kecil.  Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin dapat memicu infeksi saluran pernapasan bahkan berisiko menyebabkan asma saat dirinya dewasa. 

Sebelum berdampak buruk untuk kesehatan si Kecil, Mama perlu rajin membersihkan berbagai sisi pada kipas angin terutama dibagian baling-balingnya. 

4. Bayi berisiko mengalami sinusitis

Happiestbaby

Sinusitis tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja, namun juga pada bayi. Sinusitis pada bayi bisa dipicu akibat udara yang dihasilkan oleh kipas angin membuat suhu udara dingin. 

Kondisi inilah yang mampu menyebabkan selaput lendir dalam hidung juga bisa mengering. Jika kondisi selaput lendir dalam hidup semakin kering, maka produksi lendir juga akan semakin banyak. 

Produksi lendir berlebih akan berbahaya karena dapat menganggu saluran pernapasan, sehingga memicu iritasi sinus. 

Kondisi sinusitis ini tak bisa dianggap remeh karena dapat menjadi sumber infeksi di bagian susunan saraf pusat, seperti meningitis atau radang otak. Tak hanya itu, si Kecil pun dapat memiliki daya tahan tuhuh yang kurang baik. 

5. Udara dingin memicu terjadi masalah pada otot bayi

Freepik/Phduet

Saat penggunaan kipas angin terus dipakai untuk menjaga suhu kamar tidak panas, namun tanpa disadari diam-diam dapat berdampak buruk. Paparn angin secara langsung ke tubuh bayi dapat memicu terjadinya masalah otot. 

Perlu diketahui bahwa suhu dingin pada tubuh bayi perlahan-lahan berisiko terhadap penurunan produksi pelumas cairan otot serta bagian sendi. Penggunaan kipas angin inilah yang dapat menyebabkan otot menjadi kaku dan berisiko terkena nyeri otot, sehingga membuat si Kecil menjadi lebih rewel karena kesakitan. 

Mama perlu memerhatikan kondisi ini karena bayi belum bisa berbicara dan mengutarakan kalau ototnya terasa nyeri. 

Nah, itulah beberapa bahaya yang dapat terjadi bila penggunaan kipas angin tidak dilakukan dengan aturan secara benar. Apalagi perlu diingat bahwa usahakan kipas angin tidak langsung mengarah ke tubuh bayi ya, Ma. 

Artikel Asli