Bagikan Makanan Gratis hingga Bikin Gerakan Bersih Pantai, Inilah Kebaikan Sosok Jerinx yang Patut Ditiru

Boombastis.com Dipublikasikan 15.42, 13/08 • Dany

Gara-gara ucapan “kacung WHO” yang diunggah di Instagram pribadinya, Jerinx kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali atas kasus dugaan ujaran kebencian pada Rabu (12/8/2020). Pria bernama asli I Gede Ari Astina itu dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali, lantaran unggahan tersebut dinilai mencemarkan nama baik organisasi.

Sejak pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, Jerinx memang dikenal sebagai sosok yang vokal yang mengomentari fenomena-fenomena baru terkait virus tersebut. Meski demikian, Personil band Superman Is Dead (SID) ini memang dikenal memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi pada sesama. Seperti apa bentuknya? Simak ulasan Boombastis berikut ini.

Bagikan makanan gratis bagi masyarakat Bali yang terdampak pandemi

View this post on Instagram

___ Sore tadi di Twice Bar. 1000 lebih paket makanan. Thanx to all! Bali bebas whiskey Morgan 😝 Big ups bobbybikul #WorldHoaxOrganisatan & #WeFightForTrueNormal (ke botel_torpedo), #BaliTolakRapid (ke #IndonesiaTolakRapid (ke @royparsua)

A post shared by 𝐉𝐑𝐗 (@jrxsid) on Aug 10, 2020 at 8:29am PDT

Aksi sosial Jerix terlihat dalam unggahan di akun Instagram miliknya pada Senin, (10/08/2020) dengan membagikan paket makanan pada masyarakat sekitar yang berlokasi di cafe miliknya, Twice Bar. Tak sendirian, Jerinx juga dibantu oleh sahabat-sahabatnya dan personel SID lainnya seperti Booby Cool dan Eka Rock. “Sore tadi di Twice Bar. 1000 lebih paket makanan. Thanx to all! Bali bebas whiskey Morgan”, tulis Jerinx.

Suarakan menolak sampah bersama rekan-rekan SID-nya

View this post on Instagram

There’s always a rainbow. We dont save the planet only, But Ourselves! Thanks for Joining Us. #Repost @oneislandonevoice ・・・ Press conference “SAY NO TO PLASTIC BAGS: Kampanye Satu Pulau Satu Suara, Bersama Pemerintah STOP Pencemaran Plastik di Laut" ini menghadirkan Melati Wijsen, Co-Founder of Bye Bye Plastic Bags & Satu Pulau Satu Suara (One Island One Voice); Suzy Hutomo, Aktivis Lingkungan Founder SustainableSuzy.com dan Executive Chairwoman The Body Shop Indonesia; Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA., Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman); Dr. Ir. Haruki Agustina, MSc., Kasubsit sampah spesifik dan daur ulang, Direktorat pengelolaan sampah, Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK); Erik Armundito, S.T., M.T, PhD., Direktorat Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas); Hamish Daud, Selebriti dan Pengamat Lingkungan; I Made Gunarta, Baga Palemahan (Komite Departemen Lingkungan Desa) Pakraman Padangtegal Ubud; I Ketut Mertaadi Co-founder and owner EcoBali; dan Eka Rock, Musisi (Superman Is Dead).

A post shared by 𝕵𝖔𝖓 𝕰𝖐𝖆 𝕽𝖔𝖈𝖐 | ᴊᴏɴ ᴋʀᴇʙᴇᴋ (@ekarock) on Feb 23, 2018 at 6:53pm PST

Jerinx bersama dua personel SID lainnya, yakni Eka Rock dan Bobby Kool sejak lama memang tergerak untuk menjaga kebersihan lingkungan di Bali. Hal ini kemudian dituangkan pada kegiatan bersih-bersih bersama penggemar mereka yang dinamakan Outsiders. Aksi serupa juga dilakukan dengan komunitas One Island One Voice dan Bye Bye Plastic Bags yang memunguti sampah di pantai Kuta, Bali, pada 2018 silam.

Jadi inspirasi untuk anak muda di Bali sebagai sosok wirausaha sukses

Jerinx saat menjadi narasumber di acara Pesta Wirausaha Bali 2016 [sumber gambar]

Kesuksesan Jerinx menjalankan bisnis di Bali membuat dirinya kemudian diundang sebagai narasumber di acara Pesta Wirausaha Bali pada 2016 silam. Di dalam forum tersebut, dirinya berbagi kisah soal usaha fashion Rumble (RMBL) miliknya yang tetap eksis mulai tahun 2010 hingga saat ini. Mulai dari mengawali usaha, jatuh bangun, hingga mencari karyawan untuk bagian administrasi.

Sisihkan sebagian keuntungan dari bisnis untuk mereka yang membutuhkan

Sisihkan keuntungan dari bisnisnya untuk kegiatan kemanusiaan [sumber gambar]

Kepedulian sosial Jerinx pada sesama ternyata menjadi salah satu bagian dari bisnis yang dijalankannya. Pria kelahiran 10 Februari 1977 itu menyisihkan Rp2.000 hingga Rp4.000 dari setiap keuntungan produk Rumble yang terjual untuk kegiatan kemanusiaan, menggunakan produk alami untuk minyak rambut (pomade), hingga memiliki program Eco Defender yang bekerja sama dengan Walhi Bali guna menjaga kelestarian alam.

Dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap fenomena Covid-19

View this post on Instagram

BUBARKAN IDI! Saya gak akan berhenti menyerang kalian @ikatandokterindonesia sampai ada penjelasan perihal ini! 🐖 Rakyat sedang diadu domba dengan IDI/RS? TIDAK. IDI & RS yg mengadu diri mereka sendiri dgn hak-hak rakyat

A post shared by 𝐉𝐑𝐗 (@jrxsid) on Jun 13, 2020 at 4:21am PDT

Selama pandemi Covid-19, sosok Jerinx tak lepas dari kontroversi karena kerap mengomentari hal tersebut dengan argumen pribadinya. Dirinya juga sempat jadi sorotan setelah berdebat dengan Dr, Tirta yang disiarkan secara Live di Instagram. Kini, Jerinx tersandung masalah lantaran unggahan Instagramnya soal “Kacung WHO” dilaporkan oleh IDI Bali karena dianggap merusak nama baik organisasi.

Kisah di atas merupakan sisi lain dari seorang Jerinx yang mungkin tidak banyak diketahui. Bagi mereka yang baru mengenal atau awam soal Jerinx, mungkin hanya mengenal dirinya sebagai tipikal orang yang suka berbicara blak-blakan, terkesan seram dengan penampilannya, hingga berani menyuarakan pendapatnya.

Artikel Asli