Bagikan Kisah Pilu Selama Diisolasi Covid-19, Warganet: Nangis Bacanya

Suara.com Dipublikasikan 04.14, 25/05 • Dythia Novianty
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/fernandozhiminaicela)
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/fernandozhiminaicela)

Suara.com - Seorang warganet baru-baru ini membagikan kisah pilu yang dialaminya, ketika menjalani masa isolasi karena terkena virus Corona (Covid-19).

Dibagikan oleh akun Twitter @SalwaIrma pada 23 Mei, pemilik akun tersebut menceritakan pengalamannya dalam sebuah utas. Ia bercerita mendapat pesan dari pasien di sebelah kamar isolasinya dan meminta tolong untuk melakukan sesuatu.

Pasien tersebut merupakan seorang ibu yang tengah mengandung dengan usia kehamilan 6 bulan. Ia dan suaminya dinyatakan positif Covid-19 dan terpaksa meninggalkan ketiga anaknya di rumah.

Ibu tersebut meminta tolong kepada warganet ini untuk mengirim pesan singkat ke anaknya.

"Hi, gue mau berbagi cerita memilukan selama diisolasi. Jadi selama karantina ini tuh nggak boleh sesama pasien ngunjungin kamar atau interaksi deket-deket. Tapi tiba-tiba ada yang ketuk pintu, gue kira perawat tapi ternyata pasien sebelah. Dia minta tolong buat WA-in anaknya," tulis pemilik akun @SalwaIrma dalam keterangannya.

Pemilik akun tersebut juga mengunggah foto yang memperlihatkan isi pesan bertuliskan tangan dari pasien di sebelah kamarnya.

"Jadi, dia itu seorang ibu yang lagi hamil 6 bulan. Suaminya pun positif dan dirawat di RS karena ada penyakit bawaan. Tapi ketiga anaknya di rumah negatif. Dia nekat buat datengin gue karena mungkin rindu, pengen nyemangatin anak-anaknya di rumah biar nggak sedih. Dia bilang ke anaknya buat jangan sedih dan jagain adik-adiknya. Dia ngehibur anaknya, ceritain fasilitas yang ada di karantina katak kolam renang dll. Karena kita emang di hotel. Gue pas bacanya sedih banget, nangis gue. Betapa Covid-19 merampas kebahagiaan mereka," tambah pemilik akun.

Pesan yang ditulis ibu tersebut dalam bahasa Sunda dengan isi yang berbunyi, "Kak ini mama, kakak jangan sedih. Mama juga kuat. Untung kakak sama adik yang lain negatif. Mama mungkin tertular dari ayah. Kakak sabar ya, yang dewasa. Ada tante juga, ada uang pake aja. Mama di sini di hotel, makan dijamin, enak bisa berjemur. Nggak terlalu stress. Awas itu adikmu jangan sampai main jauh, mandiin ya. Nggak apa-apa tenang aja bukan ditinggalin gara-gara maut kok. Ini cobaan buat keluarga kita, siapa tau ke depannya akan ada rezeki. Sabar ya. Ini mama abis berjemur di depan kolam renang."

Cuitannya itu pun menarik perhatian pengguna Twitter lainnya yang menyoroti sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih berkeluyuran ke luar rumah tanpa kepentingan.

"Jadi, pesan buat kalian. Tolong, udah ya main-main di luarnya. Bantu share juga ya guys, biar orang-orang yang mau pada keluar mikir dulu. Berat loh ada di masa-masa karantina gini tuh," lanjut pemilk akun.

Postingan warganet kisah pilu diisolasi Covid-19. [Twitter]

Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 3.600 kali ke sesama pengguna Twitter ini pun menuai beragam komentar dari warganet.

"Saat banyak keluarga terpisah gara-gara virus yang entah dari siapa dan dimana… masih banyak orang-orang egois belanja dan jalan-jalan nggak ada tujuan. Gue nahan diri nggak ketemu ortu. Moga-moga banyak yang sadar," tulis akun @jeriimansyah.

"Nangis baca suratnya. Semangat ya kak," komentar @MauAmara.

"Ngingetin orang terdekat dulu, kalau nggak penting-penting banget diem di rumah aja sih. Semoga cepat sehat kak," tambah @quavapink.

"Siapa yang naruh bawang di sini… sedih banget bacanya nggak kebayang perasaan ibunya sama anaknya yang baca pesan itu," ungkap @ichaGM.

"Sedih bacanya. Sehat-sehat yaa kalian," cuit @novaaprilianaa.

Artikel Asli