Bagaimana Menghadapi "FOMO" Dalam Bekerja?

LINE JOBS Dipublikasikan 09.17, 16/09/2019 • Oranye Development

Pernah merasa kurang update gara-gara tidak online seharian? Atau ingin update tapi sibuk dengan pekerjaan di kantor?

Perasaan seperti itu menjadi wajar dalam dunia digital saat ini, tapi apa jadinya jika perasaan ini malah memperburuk kondisi hati kita dan semakin merasa sedih. Hal tersebut sering disebut dengan FOMO (Fear of Missing Out). Pernahkah kalian mendengar tentang FOMO ini?

Dalam Oxford Dictionaries FOMO adalah perasaan khawatir yang berlebihan dikarenakan merasa ada yang hilang atau belum diraih yang dipicu oleh hal-hal yang terlihat di media sosial. Atau dengan bahasa lain adalah keadaan dimana diri kita merasa tertinggal dari yang lain, baik merasa tidak terlibat terhadap aktivitas yang dilakukan oleh teman-teman kita di media sosial atau merasa tertinggal dalam kegiatan yang dirasa seru sehingga akan merasa kurang apabila membandingkan diri dengan orang lain.

Dalam sebuah riset dari huffingtonpost.com menunjukan bahwa FOMO sering dikaitkan dengan ketidakpuasan dan semua berasal dari media sosial. Kebanyakan orang-orang di media sosial sering memposting gambar-gambar dengan tujuan “bersaing” dengan orang lain. Pada akhirnya dengan mudah kita akan mengevaluasi hidup dengan membandingkan prestasi yang dilakukan orang – orang di media sosisl dengan diri kita. Tidak dipungkiri hal tersebut bisa membuat menurunnya percaya diri. Sehingga apa yang dilakukan di media sosial akan lebih mempertimbangkan penilaian atau tanggapan orang lain tentang penggambaran diri kita.

Terbatasnya waktu dalam melakukan aktivitas yang kita rasa akan mendukung kegiatan eksis di media sosial akan membawa kegelisahaan bagi beberapa kalangan yang sudah mulai merasakan gejala FOMO.

Apa saja gejala FOMO ini?

  • Selalu mengecek media sosial, saat bangun, akan tidur, dan waktu luang.
  • Merasa bad mood setelah mengecek media sosial.
  • Tidak merasa senang jika salah seorang teman melakukan aktivitas bersama di media sosial tanpa kehadiran kita.
  • Membandingkan pencapaian diri kita dengan orang yang kita lihat di media sosial.

Tentunya akan berdampak tidak baik dengan diri kita apabila hal tersebut kita biarkan, terlebih lagi hal tersebut mengganggu ke dalam aktivitas bekerja kita. Untuk menghindari FOMO yang berlebihan berikut adalah tips yang dapat dilakukan:

Mengalokasikan waktu dengan dengan tidak membuka media sosial atau gadget.

Menurut penelitian di Harvard yang dipublish dalam forbes.com menyatakan orang-orang yang menghabiskan waktu di dunia maya akan berkurang kebahagiaannya. Karena kebahagiaan sejati didapat membangun emotional connection, having real conversation bersama orang-orang terdekat.

 

Mengubah persepsi kesuksesan yang diraih orang-orang itu tidak secepat yang dibayangkan.

Butuh proses dan perjuangan dibalik suksesnnya seseorang dalam meraih kesuksesannya. Apa yang ditampilan orang-orang sukses di media sosial menjadi penguat untuk diri kita agar lebih giat dan tekun sehingga dapat mendapatkan hasil yang serupa.

 

Jadikanlah media sosial sebagai alat untuk mempromosikan diri kita.

Salah satunya dengan cara memposting hasil karya, kegiatan yang positif, dan menginspirasi sehingga tidak menimbulkan perasaan ingin “melebihi” seseorang.

 

Melihat apa yang ditampilkan di media sosial dan tidak memiliki perasaan buruk terhadapnya bukanlah FOMO. Tetap positif dan saling menginspirasi 😊

Artikel Asli