Bagaimana ASI Membuat Pencernaan Bayi Sehat dan Tahan Serangan Alergi?

Popmama.com Dipublikasikan 01.00, 24/10/2019 • Titania Febrianti
Pixabay/trang huyền

Saluran cerna adalah organ yang paling penting bagi bayi saat ia terlahir ke dunia. Karena, saluran ini adalah benteng pertahanan pertama bayi saat ia terpajan segala hal dari luar tubuhnya. 

Saat masih berada di dalam perut Mama, saluran cerna si Bayi masih steril. Namun, dalam beberapa jam setelah lahir, berbagai hal mulai mendera bayi.

Dari mulutnya, ia mulai menerima zat asing bagi tubuhnya. Selain itu, saluran cernanya mulai dihuni oleh bakteri yang akan betambah seiring pertumbuhan bayi.

ASI merupakan kunci yang mata penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna bayi. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Baca yuk, fakta yang berhasil dikumpulkan Popmama.com ini. 

1. Nutrisi ASI akan terserap melalui usus halus

Pixabay/Alexas_Fotos

Menurut Badriul Hegar, dokter spesialis anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, saluran cerna adalah organ tubuh yang unik. Dokter anak ini menggambarkannya bagaikan sebuah tabung yang membentang dari mulut sampai ke anus, dengan berbagai fungsi yang berkesinambungan pada tiap-tiap bagiannya.

Menurutnya, dengan bantuan enzim yang terkandung pada air liur, makanan dikunyah dan didorong sampai ke dalam lambung. Untuk saat ini, tentunya ASI yang akan masuk ke salam saluran cerna si Kecil.

Nantinya, saat bayi bertambah usianya, dengan gerakan peristaltik, makanan akan didorong ke dalam usus halus dan usus besar. Di dalam usus halus, makan dicerna dan diserap sebagai zat nutrisi yang diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

2. ASI banyak mengandung bakteri baik

Pixabay/OpenClipart-Vectors

Mama perlu tahu, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, saluran cernanya akan dihuni oleh Bifidobacteria atau bakteri baik. Sedangkan menurut laman IDAI, bayi yang diberi susu formula, saluran cernanya akan banyak mengandung bakteri patogen. Bakteri patogen inilah yang bisa menimbulkan penyakit pada si Kecil.

Akhirnya, pemberian ASI atau formula inilah yang akan menyebabkan timbulnya perbedaan mekanisme proteksi serta kematangan sistem pertahanan saluran cerna pada bayi.

3. ASI mengandung karbohidrat yang menstimulasi bakteri baik

Pixabay/Sanjasy

Salah satu karbohidrat yang terdapat di dalam ASI adalah oligosakarida. Ini amat penting dalam saluran cerna bayi. Oligosakarida dapat menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik. Semakin berkurang ASI yang dikonsumsi si Bayi, semakin kurang pula oligosakarida yang di dalam usus besarnya.

Karbohidrat oligosakarida ini memang difermentasi di usus besar yang hasilnya menjadi sumber energi untuk memperbaiki sel epitel saluran cerna yang rusak akibat infeksi, misalnya. Perbaikan ini akan membuat penyerapan usus besar menjadi lebih baik.

Selain itu, lingkungan asam yang tercipta di usus besar akibat ASI adalah lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan si bakteri baik ini, dan tak ideal untuk bakteri patogen.

4. ASI mengandung antibodi sekresi

Pixabay/기연 김

ASI mengandung antibodi atau IgA sekresi. Kadar IgA berfungsi sebagai pertahanan mukosa di saluran cerna, agar dapat melindungi bayi terhadap infeksi, juga agar mikroorganisme tak masuk ke aliran darah.

Hal ini pun menjawab pertanyaan, terkait mengapa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki daya tahan tubuh yang lebih tinggi dari bayi yang mendapatkan susu formula.

Bayi yang mengonsumsi ASI jarang mengalami diare berat atau kembung dan muntah.

Badriul menjelaskan bahwa saluran cerna tersusun dari jaringan limfoid dan 80 persen selnya menghasilkan antibodi. Menurutnya, saluran cerna sangat berperan dalam mekanisme pertahanan (sistem imun) tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, dengan mempunyai saluran cerna yang sehat, anak lebih terproteksi dari berbagai bakteri patogen

5. ASI bisa menjaga tubuh dari alergi

Pixabay/Alfonso Cerezo

Selain merupakan komponen antiinfeksi, oligosakarida juga berfungsi sebagai antialergi. Mikroorganisme yang ada di saluran cerna bayi yang baru lahir juga berpengaruh terhadap kematangan sistem imunnnya. Salah satunya adalah terhadap alergi. 

Badriul juga mengingatkan, bahwa saluran cerna yang sehat nantinya akan membuat anak lebih toleran terhadap makanan yang memiliki sifat alergen atau mencetus alergi. 

Jadi, Mama, usahakan sebisa mungkin memberikan buah hati Mama ASI eksklusif ya. Mama pasti bisa.

  • Anak Alergi Susu Sapi? Ini 7 Manfaat Susu Kedelai untuk Kesehatan
  • Muncul Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Bayi Mama Terkena Alergi Detergen
  • Mama Perlu Tahu Cara Membedakan Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa
Artikel Asli