Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Omicron Lebih Menular karena Mampu Hindari Respons Kekebalan Tubuh

Omicron Lebih Menular karena Mampu Hindari Respons Kekebalan Tubuh

JAKARTA - Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman menyampaikan bahwa varian Omicron lebih menular dibandingkan Delta karena mampu menghindari respon kekebalan tubuh.

"Omicron lebih menular daripada Delta karena kemampuannya dalam menghindari eliminasi antibodi, namun tingkat keparahan infeksi lebih rendah," ujar Plt Kepala Peneliti PRBM Eijkman Wien Kusharyoto dalam acara "Talk to Scientist" yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Berdasarkan studi, ia mengatakan, terjadi penurunan risiko terhadap hospitalisasi oleh varian Omicron dibandingkan Delta di tingkat populasi sebesar 40-45 persen.

Kemudian, 74 persen penurunan perawatan di instalasi gawat darurat (IGD) dibandingkan Delta, dan 70 persen penurunan lama perawatan di IGD bagi yang terinfeksi oleh Omicron dibandingkan Delta.

"Tingkat keparahan infeksi yang lebih rendah itu karena varian Omicron menyerang sel pada saluran pernapasan atas sehingga infeksi terhadap sel paru-paru lebih rendah," paparnya.

Wien menambahkan, karakteristik varian Omicron yang mampu menghindari kekebalan tubuh maka diperlukan vaksinasi dosis penguat atau booster.

"Efektivitas vaksin memang jauh lebih rendah oleh varian Omicron, namun dapat dilakukan booster agar perlindungannya menjadi lebih tinggi," katanya.

Kendati demikian, ia mengingatkan, seiring berjalannya waktu vaksinasi booster pun juga akan berkurang efektivitasnya.

"Jadi ini setelah kira-kira 2,5 bulan setelah pemberian booster juga turun. Namun penurunan kemungkinan besar lebih landai dibandingkan dengan penurunan perlindungan setelah vaksinasi tahap kedua," paparnya.

Ia menambahkan, varian Omicron dapat menambah infeksi lebih parah terhadap seseorang dan hospitalisasi bagi mereka yang belum divaksinasi.

"Kalau seseorang sudah divaksinasi maka kemungkinan harus dirawat di rumah sakit jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang belum divaksinasi," katanya.

Artikel Asli