BEM Tolak Wacana Trisakti Beri Gelar Jokowi 'Putera Reformasi'

kumparan Dipublikasikan 09.51, 22/09/2019 • Wisnu Prasetiyo
Surat Pemberian Anugerah Jokowi Putera Reformasi dari Trisakti. Foto: Dok. Istimewa

Ramai soal isu Universitas Trisakti mewacanakan gelar 'Putera Reformasi' untuk Presiden Jokowi. Wacana ini ditolak secara tegas oleh BEM Trisakti.

"Intinya dari mahasiswa kita menolak penghargaan tersebut kepada Pak Presiden," kata Presiden Mahasiswa Trisakti Dinno Ardiansyah kepada kumparan, Minggu (22/9).

Menurutnya, wacana ini tidak jelas latar belakangnya. Apalagi, kata dia, Jokowi belum menuntaskan kasus 12 Mei 1998.

"Ini enggak sejalan dengan perjuangan mahasiswa di HAM, khususnya kasus penuntasan 12 Mei dan penghargaan gelar pahlawan ke abang abang kita yang jadi korban '98," ungkap dia.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih berupaya mengklarifikasi isu ini ke Plt Rektor Trisakti Ali Ghufron. Ia dan kawan-kawannya siap melancarkan aksi untuk menolak hal ini.

"Kami masih menunggu jawaban. Tapi besok rencananya akan ada aksi. Nanti kami infokan lagi kepastiannya," tutur dia.

Mahasiswa Trisakti melakukan tabur bunga di makam Pahlawan Reformasi. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ramai beredar kabar, Universitas Trisakti bakal menganugerahkan Presiden Jokowi gelar 'Putera Reformasi'. Hal ini tertuang dalam surat berkop Trisakti yang ditujukan ke Sekretaris Kabinet, dan beredar luas.

Dalam surat tertulis tertanggal 12 September itu, penghargaan ini diberikan sebagai bagian rangkaian acara Dies Natalis ke-54 Februari lalu.

"Penghargaan ini kami persembahkan atas karya dan keberhasilan dalam mendukung cita-cita gerakan reformasi yang diawali peristiwa 12 Mei 1998 di kampus Trisakti," demikian petikan surat tersebut yang dikutip kumparan, Minggu (22/9).

Surat ini sudah beredar luas di lingkungan internal Trisakti. Para alumni memastikan surat itu valid, namun mereka mempertanyakan latar belakang penganugerahan ini.Belum ada konfirmasi dari pihak rektorat Universitas Trisakti soal kabar ini. Sementara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang jadi tujuan surat tersebut, belum mengetahui.

"Saya cek ya," kata Seskab Pramono Anung saat dikonfirmasi.

Artikel Asli