BEM Seluruh Indonesia dan Polisi Bantah Kabar Demonstrasi 14 Oktober

Katadata Dipublikasikan 13.47, 13/10/2019 • Ihya Ulum Aldin
Demo mahasiswa
AJENG DINAR ULFIANA | KATADATA Aksi demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPR?MPR RI, Jakarta (23/9). merebak di sejumlah daerah di Indonesia memprotes rencana pemerintahan Joko Widodo dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan sejumlah rancangan undang-undang. Demo digelar serentak di Riau, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menegaskan tak memiliki agenda aksi nasional pada Senin 14 Oktober 2019. Hal itu sekaligus membantah kabar yang beredar melalui aplikasi pesan singkat perihal aksi ribuan mahasiswa di DPR RI dan Istana Merdeka, Jakarta besok.

"Ini informasi hoax. Saya dapat memastikan bahwa besok  (14 Oktober 2019) Aliansi BEM SI tidak ada agenda aksi nasional," kata Koordinator Aliansi BEM SI, Muhammad Nurdiansyah kepada katadata.co.id, Minggu (13/10).

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono juga menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima pengajuan izin aksi demonstrasi esok hari seperti yang beredar di aplikasi perpesanan.

"Belum (ada yang mengajukan izin)," kata Argo kepadakatadata.co.id.

Berdasarkan isi pesan singkat yang beredar,  ada sekitar 2.050 mahasiswa BEM seluruh Indonesia yang akan menggelar aksi di sekitar gedung DPR. Aksi rencananta akan dilakukan sejak pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di depan TVRI dan samping Manggala Wana Bhakti.

Dalam pesan tersebut tertulis, ada tiga tuntutan yang diajukan pengunjuk rasa kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pertama, meminta Jokowi untuk mencabut Revisi Undang-Undang KPK 2002 dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Kedua, menolak Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dan mendorong pemerintah bersikap mengenai pembakaran hutan Riau serta terakhir menolak UU KPK.

Artikel Asli