Awas Obesitas, Ini 5 Cara Mencegah Bayi Kelebihan Berat Badan

Popmama.com Dipublikasikan 04.10, 29/05 • Winda Carmelita
freepik.com/kristina_igumnova

Melihat bayi yang gemuk, tentu saja membuat siapapun merasa gemas. Tangan dan kaki yang empuk, pipi yang gembul, orangtua mana yang tak bangga dengan si Kecil yang lucu. Tetapi, di balik gemuknya si Kecil, bukan hanya rasa bangga yang muncul, melainkan juga ada bahaya kesehatan yang mengintainya.

Selama ini, bayi yang gemuk dianggap bayi yang sehat. Gemuknya si Kecil juga dianggap tidak begitu mengkhawatirkan karena hanya sementara. Tetapi nyatanya bayi yang kelebihan berat badan alias overweight, rentan terhadap banyaknya masalah kesehatan kelak saat ia dewasa.

Masalah ini bisa dicegah, Ma. Berikut Popmama.com merangkum lima cara mencegah bayi kelebihan berat badan, dilansir dari harvard.edu:

1. ASI

freepik.com

Sebagian Mama mungkin tidak dapat meng-ASI-hi hinggal maksimal. Tetapi, selama ASI mama masih produktif, berikanlah untuk si Kecil. ASI mengandung semua kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi. Sangat jarang terjadi menyusui berlebihan bila bayi mengonsumsi ASI. Bahkan jika bayi mama lekat dengan payudara mama dalam waktu lama, kebanyakan mereka hanya mengisap untuk kenyamanan, bukan karena kelaparan.

2. Hindari merespon tangisan dengan makanan

Freepik

Bayi menangis karena berbagai alasan. Kadang karena lapar, kadang juga karena alasan lain yang mungkin tidak bisa dimengerti langsung oleh Mama. Apabila bayi menangis setelah menyusu, cobalah menghiburnya dengan cara lain, bukan dengan memberikannya susu lagi. Sebab, tidak selamanya bayi menangis karena lapar. Dengan cara ini, Mama dapat menciptakan hubungan yang sehat antara anak dengan makanan, yang akan dibawanya hingga dewasa nanti.

3. Jangan kelebihan memberikan makanan

Freepik/master1305

Secara alamiah, orangtua ingin bayi menghabiskan makanannya, entah itu susu atau makanan padat. Tetapi, bila bayi berhenti makan dan ia menunjukkan tanda-tanda tidak menginginkannya lagi, penting untuk menghormati responnya tersebut dengan tidak memaksa menghabiskan makanannya. Beda cerita apabila dokter mendiagnosis si Kecil kurang berat badan atau kurang nutrisi sehingga ia perlu 'dipaksa' untuk makan lebih banyak. 

Biarkan bayi mama berlatih mendengarkan kebutuhan tubuhnya sendiri.

4. Beri makanan padat yang sehat

Freepik/saiko3p

Segera setelah bayi mama siap makan makanan padat, perkenalkan ia dengan buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, ikan, dan daging. Percayalah, bayi Mama sebetulnya mau kok mencoba semuanya. Manfaatkan momen ini sebaik-baiknya sebelum nanti tiba masanya ia mulai menjadi picky eater dan membangun preferensinya sendiri terhadap makanan yang disukainya.

Meskipun bubur bayi fortifikasi dinilai sehat, jangan berlebihan pula memberikannya dan tetap variasikan dengan bahan makanan lain ya, Ma.

5. Perbanyak aktivitas fisik

freepik.com/yaoinlove

Ajak bayi bergerak sejak dini. Tidak hanya tiduran sepanjang hari. Bawa si Kecil ke lantai, lakukan tummy time, dorong ia agar bergerak. Buat tempat yang aman bagi mereka untuk menjelajah, belajar berjalan, dan berlari. Ketika ia nanti mulai belajar berjalan, ajak mereka jalan-jalan sesering mungkin, bahkan jika itu hanya mengelilingi penjuru rumah.

Jika Mama membangun kebiasaan aktif secara fisik, apalagi didukung oleh seluruh anggora keluarga, anak akan merasa bahwa kegiatan fisik adalah bagian dari keseharian yang normal. Tidak hanya membantu anak mengelola berat badan yang seimbang, tetapi juga membangun kebiasaan aktif bergerak sampai dewasa nanti.

Memulai gaya hidup sehat tak perlu menunggu batas umur tertentu. Sedini mungkin, bayi perlu dibiasakan. Ini tidak hanya membantu anak-anak di masa sekarang, tetapi juga selamanya.

Semoga menginspirasi, Ma.

  • Timbunan Lemak di Kaki Bayi, Apakah Tanda Risiko Obesitas?
  • Mencegah Obesitas, Ini 5 Manfaat Ikan Tuna untuk MPASI Bayi
  • Fakta Sains! Bayi yang Lahir Lewat Caesar Cenderung Obesitas
Artikel Asli