Awas, Kebiasaan Buruk Ini Bisa Merusak Ginjal

Tempo.co Dipublikasikan 05.14, 21/10/2019 • Yayuk Widiyarti
Ilustrasi penyakit ginjal (Pixabay.com)
Beberapa kebiasaan buruk perlahan merusak kesehatan dan membahayakan ginjal. Hindari sejak dini.

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang tak sadar memupuk beberapa kebiasaan buruk secara bertahap. Setiap kebiasaan memiliki efek sendiri dalam jangka panjang. Apakah Anda memiliki kebiasaan makan terlalu banyak atau terlalu sedikit, minum terlalu banyak atau tidak minum sama sekali, setiap tindakan akan memiliki efek sendiri.

Beberapa kebiasaan buruk perlahan merusak kesehatan dan secara bertahap dapat berubah menjadi kondisi yang mengancam jiwa. Berikut penjelasan yang diberikan Boldsky.

#Makan daging terlalu banyak
Makan terlalu banyak daging dapat merusak ginjal dalam jangka panjang. Tingginya kadar protein meningkatkan beban pada ginjal.

#Menahan buang air
Banyak orang memiliki kebiasaan menunda buang air kecil, yang dapat menyebabkan bakteri dalam urine berkembang biak dan menyebabkan infeksi, seperti infeksi saluran kemih, uremia, dan nefritis.

#Terlalu banyak gula
Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat meningkatkan kadar protein dalam sistem yang mungkin membebani ginjal. Bahkan, jika air seni mengandung protein tinggi, itu bisa menjadi tanda masalah ginjal.

Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

#Sering minum obat penghilang rasa sakit
Bahkan, obat penghilang rasa sakit dapat membunuh ginjal jika terlalu sering ditenggak. Obat itu dapat mempengaruhi hati dan ginjal.

#Terlalu banyak minum alkohol
Alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan endapan asam urat dalam tubulus ginjal. Hal ini bisa mengakibatkan gagal ginjal.

#Terlalu banyak garam
Konsumsi garam berlebihan dapat mengganggu ginjal. Terlalu banyak sodium juga dapat menyebabkan retensi air dan tekanan darah tinggi.

#Kurang tidur
Bahkan, kurang tidur adalah kebiasaan yang dapat mengganggu ginjal. Hanya saat tidur tubuh akan dapat memperbaiki jaringan yang rusak di ginjal.

#Kurang minum air
Kurang minum air, sirkulasi darah pun akan terpengaruh, dan bahkan ginjal gagal bekerja secara efisien dalam menghilangkan racun.

Artikel Asli