Awas Hoaks: Nadiem Minta Siswa SMK Nikah Massal hingga Khofifah Positif Covid-19

LINE TODAY Dipublikasikan 03.00, 11/07

Seiring dengan perkembangan teknologi, penyebaran berita pun jadi kian cepat. Bila tidak diimbangi dengan literasi digital, besar kemungkinan kita bisa terpapar berita bohong alias hoaks.

Selama seminggu terakhir, LINE TODAY telah merangkum beberapa berita hoaks yang beredar di media sosial dan meresahkan masyarakat. Yuk, pahami sederet berita ini agar tidak ikut terjebak hoaks.

1. Demi Berantas Penangguran, Benarkah Nadiem Minta Siswa SMK Nikah Massal?

Sebuah tangkapan layar artikel berita berjudul "Berantas Pengangguran, Nadiem Desak Nikah Massal untuk Siswa SMK Segera Dilakukan" beredar di media sosial Facebook.

Salah satu akun yang membagikan artikel ini adalah akun Facebook atas nama Lana Lani. Pemilik akun mengunggah tangkapan layar berita ini pada 10 Juli 2020, dan dalam unggahannya, ia turut memberikan narasi sebagai berikut:

"Yok Kita Nikah…!!?????????????

Ini Menteri Pendidikan atau Menteri Penyesatan !!?????"

Unggahan ini mendapatkan 382 respon serta 99 komentar dan 20 kali dibagikan oleh warganet lainnya.

Lantas, benarkah Nadiem mendesak siswa SMK untuk nikah massal?

Simak penelusuran faktanya di sini

2. Benarkah Jokowi Marah Menggunakan Teks?

Beberapa waktu yang lalu, Presiden Jokowi menyampaikan pernyataan keras dan menyoroti kinerja para menteri kabinetnya. Jokowi marah lantaran para menteri dianggap tidak memilikisense of crisis di tengah situasi pandemi virus corona. Video pidato Jokowi ini ditayangkan akun Youtube Sekretariat Presiden dan sempat viral di media sosial.

Terkait peristiwa tersebut, sebuah akun Facebook atas nama Wiro Sableng mengunggah foto Jokowi dengan narasi yang menerangkan bahwa ungkapan kemarahan Jokowi berasal dari teks.

Pemilik akun mengunggah foto tersebut pada Rabu, 1 Juli 2020. Narasi yang terdapat pada unggahan tersebut bertuliskan "Saya itu kalo lg MARAH,, SERING LUPA apa yg di OMONGIN, MAKA NYA SAYA pake Tek,,". Pula, akun itu juga menambahkan caption unggahan fotonya:

"Kapan Mundur dia sih

Udah merasa bosen saya????,"

Selain itu, Rocky Gerung juga sempat menyampaikan hal yang serupa melalui akun Twitternya.

Marah tapi pakai teks. Memang tempurung kosong.

— R Gerung (@rockygerung_rg) June 29, 2020

Lantas, benarkah Jokowi marah dengan menggunakan teks?

Baca faktanya di sini.

3. Benarkah Gubernur Khofifah Terpapar Virus COVID-19?

Ilustrasi positif terkena virus corona. Foto: Shutterstock
Ilustrasi positif terkena virus corona. Foto: Shutterstock

Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan angka positif virus Corona tertinggi di Indonesia. Presiden Jokowi bahkan memberikan deadline kepada pemerintah daerah untuk menurunkan kurva kasus Corona di Jawa Timur dalam waktu dua minggu.

Di tengah usaha pengendalian Covid di Jatim, tiba-tiba beredar informasi bahwa Gubernur Khofifah Indar Parawansa terpapar Virus COVID-19. Kabar itu menyebar dengan cepat, bahkan hingga Jakarta.

Lantas, benarkah Gubernur Khofifah positif Covid-19?

Cari tahu faktanya di sini.

4. Benarkah 1,6 Juta ASN akan Dipecat akibat Negara Bangkrut dan Kas Kosong?

Sebuah tangkapan layar artikel Gelora News berjudul "1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo: Enggak Ada Hubungannya Dengan Corona" beredar di media sosial.

Salah satu akun yang turut membagikan tangkapan layar ini adalah akun Facebook atas nama Bambang Widy. Ia menghubungkan wacana pemecatan itu dengan narasi negara bangkrut dan kas negara kosong. 

"UDAH JELAS KRN NEGARA BANGKRUT & KAS NEGARA KOSONG," tulis akun Bambang Widy, Rabu 8 Juli 2020.

Lalu, benarkah klaim 1,6 juta ASN itu akan dipecat karena negara bangkrut dan kas negara kosong?

Cari tahu faktanya di sini.

5. Benarkah RUU HIP Disahkan pada Malam Hari?

Beredar kabar di media sosial bahwa  RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) disahkan pada malam hari. Akun Facebook atas nama Arca Karca membagikan informasi itu dengan mengunggah kolase foto pada 17 Juni 2020. 

Pada salah satu foto memperlihatkan massa berkumpul di depan kobaran api pada malam hari. Diklaim, massa membakar gedung DPR/MPRI RI. 

Foto lainnya memperlihatkan lambang partai komunis dan foto bendera merah putih dengan beberapa lambang organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Persis, FPI dan HTI dan narasi ajakan untuk patuh pada maklumat MUI agar berjihad jika RUU HIP disahkan. 

Pemilik akun juga menambahkan narasi pada unggahan kolase fotonya, bertuliskan sebagai berikut: 

"Bila rezim berhaluan faham komunis saat ini tetap ngotot mengesahkan RUU HIP dan TIDAK MEMBATALKANNYA 

maka !!!

SERUAN jihad MUI berlaku (wajib)

Wahai saudara muslim ku

Akankah mengabaikan maklumat MUI

Bissmillah !!!

#TurunkanJokoei

#BubarkanPDIP

#BubarkanBPIP

#BatalkanRUUHIP"

Lalu, benarkah RUU HIP disahkan pada malam hari? 

Simak penelusuran faktanya di sini.