Atlet Muslim Indonesia dan Malaysia Disuguhi Babi di SEA Games 2019

kumparan Dipublikasikan 11.07, 27/11/2019 • Denny Armandhanu
SEA Games 2019 di Filipina. Foto: 2019 Seagames.com

Krisis makanan halal terjadi di penyelenggaraan SEA Games 2019 di Filipina yang banyak diikuti para atlet Muslim. Mereka mengaku tidak sengaja memakan daging babi karena tidak ada penanda yang jelas. Protes berdatangan agar panitia menyelesaikan masalah ini.

Media Filipina, GMA News, Pada Rabu (26/11) mengutip protes yang disampaikan tim sepakbola pria Indonesia. Mereka mengatakan, panitia tidak memisahkan antara makanan halal dan non-halal.

GMA menulis, petugas media tim sepakbola Indonesia, Gatot Widardo, bahkan tidak sengaja memakan daging babi. "Sampai sekarang mereka belum melakukan perbaikan. Kami harap ke depannya mereka memisahkan antara makanan halal dan non-halal," kata Gatot.

Dari 11 negara yang berpartisipasi di SEA Games, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei memiliki banyak atlet Muslim. Masalah mereka sama: kesulitan mendapatkan makanan halal.

Timnas Karate melangsungkan peltnas untuk persiapan menuju SEA Games 2019 di Filipina. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Singapura pada Senin lalu telah melayangkan surat protes terkait masalah ini ke Panitia Penyelenggara SEA Games Filipina atau PHISGOC. Pasalnya sebagian besar atlet di tim sepakbola U-22 Singapura adalah Muslim.

Tidak hanya masalah makanan halal, Singapura juga mengeluhkan buruknya akomodasi dan transportasi.

MediaSouth China Morning Post (SCMP) menuliskan, atlet Malaysia hanya bisa memakan nasi, roti pita, atau terong pada menu yang disajikan di Filipina. Tentu saja, makanan ini tidak memenuhi standar gizi yang diperlukan para atlet. Akhirnya mereka terpaksa mencari makanan di luar.

Bahkan keluhan juga datang dari tim sepakbola wanita Filipina yang sebagian atletnya adalah Muslim. Mereka mengeluh tidak bisa makan karena ada menu kikiam, semacam lumpia isi daging babi.

Presiden Joko Widodo Presiden Joko Widodo (tengah) menerima gelang dari seorang atlet saat pelepasan atlet untuk SEA Games 2019 di Istana Bogor, Rabu (27/11). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Komisi Nasional untuk Muslim Filipina (NCFM) menyayangkan situasi ini. Menurut Ramadan Aguan, humas NCFM, mereka telah memberi masukan sejak September soal syarat makanan halal untuk SEA Games, tapi diabaikan.

"Kami menantikan semacam komunikasi. Sulit, karena kami dianggap kecil," kata Aguan.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, juga menyesalkan peristiwa itu terjadi. Menurut Okto, pihak KOI sudah meminta kepada penyelenggara SEA Games untuk memberi perhatian lebih soal makanan.

“Sebagai tuan rumah, mereka harus memberikan pelayanan yang terbaik. Kami sudah meminta itu kepada mereka,” ujar Okto dalam acara Pengukuhan Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2019, Rabu (27/11).

Belum ada pernyataan dari PHISGOC terkait keluhan para atlet Muslim. SEA Games akan berlangsung di beberapa kota Filipina mulai Sabtu mendatang hingga 11 Desember.

Artikel Asli