Asyik Berfoto di Museum, Turis Austria Patahkah Jari Kaki Patung Berusia 200 Tahun

Liputan6.com Diupdate 04.05, 05/08 • Dipublikasikan 04.05, 05/08 • Putu Elmira
Paolina Borghese Bonaparte as Venus Victrix
Patung “Paolina Borghese Bonaparte as Venus Victrix”, sebuah patung marmer yang dibuat pada 1805–1808 oleh Antonio Canova yang berada di museum Galleria Borghese di Roma pada 19 Mei 2020. (TIZIANA FABI / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Ada beragam insiden yang terjadi di museum yang menyimpan deretan benda-benda bersejarah di seantero jagat. Salah satu cerita tak menyenangkan datang dari sebuah Museum Gipsoteca yang berada di Possagno, Italia.

Dilansir dari laman CNN, Rabu (5/8/2020), polisi di Italia mengidentifikasi seorang pria Austria berusia 50 tahun mematahkan tiga jari dari patung dari museum tersebut. Insiden ini terjadi ketika ia berpose untuk foto dengan karya seni itu.

Badan penegak hukum setempat Treviso Carabinieri menyebut kepada CNN, patung Paolina Bonaparte rusak saat kejadian pada Jumat, 31 Juli 2020. Mirisnya, patung karya Antonio Canova itu telah berusia 200 tahun.

Nama turis yang belum dirilis itu tertangkap kamera pengintai melompat ke bagian dasar patung untuk berfoto. Pria tersebut secara tak sengaja mematahkan jari kaki patung.

Patung yang rusak adalah model plester asli dari Canova mengukir patung marmer yang bertempat di Borghese Gallery, Roma. Antonio Canova adalah seorang pematung yang hidup pada 1757--1822 silam dan terkenal dengan karya patung marmernya.

Polisi menyebut kepada CNN, pria itu bersama delapan turis Austria lainnya dan memisahkan diri untuk berswafoto dengan patung. Hal itu membuat tiga jari kaki dari kaki kanan patung patah.

Disebutkan pula, terdapat kemungkinan ada kerusakan lebih lanjut pada bagian dasar patung. Hal ini ini harus dipastikan oleh para ahli museum, demikian menurut para penyelidik.

Presiden Antonio Canova Foundation, Vittorio Sgarbi, menulis dalam unggahan di Facebook bahwa ia meminta polisi untuk kejelasan dan ketegasan. Ia melanjutkan, pria itu tidak boleh "tidak dihukum dan kembali ke tanah kelahirannya. Bekas luka di Canova tidak dapat diterima".

Pelacakan

Ilustrasi Museum (pixabay.com)

Sementara, sebagai langkah pencegahan corona Covid-19, semua pengunjung museum harus meninggalkan informasi pribadi mereka. Hal ini untuk melacak kontak terkait kunjungan ke museum. Dengan cara itulah pria tersebut diketahui identitasnya.

Saat polisi menghubungi seorang perempuan yang masuk atas nama dirinya dan suaminya, ia menangis. Kemudian, ia mengakui suaminya adalah yang mematahkan jari kaki patung, menurut siaran pers dari Treviso Carabinieri.

Sang suami kemudian mengaku dan menyesali tindakan tersebut, menurut rilis. Treviso saat ini memutuskan apakah akan mengajukan tuntutan.

Insiden ini bukan pertama kalinya karya seni yang berharga rusak hanya untuk mendapatkan foto yang mengesankan. Pada Oktober 2018, seorang perempuan merusak dua karya seni, oleh Francisco Goya dan Salvador Dali, setelah menjatuhkannya ketika mencoba berswafoto di sebuah galeri di Yekaterinburg, Rusia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Asli