Asuransi Jiwa Syariah mampu kalahkan kinerja asuransi konvensional saat pandemi

Kontan.co.id Dipublikasikan 12.36, 08/07 • Maizal Walfajri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kinerja industri asuransi jiwa syariah mampu mengalahkan kinerja asuransi jiwa konvensional. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Maret 2020 kontribusi (premi) bruto asuransi jiwa Syariah mencapai Rp 3,31 triliun. Nilai itu tumbuh 5,08% year on year (yoy) dibandingkan kuartal pertama 2019 senilai Rp 3,15 triliun.

Sedangkan asuransi jiwa konvensional mencatatkan penurunan pertumbuhan 2,16% yoy dari Rp 41,66 triliun menjadi Rp 40,76 pada Maret 2020. Namun secara nominal, pendapatan premi asuransi jiwa konvensional jauh lebih besar dibandingkan Syariah.

Baca Juga: Kuartal-I 2020, kinerja Asuransi Syariah Allianz tumbuh signifikan

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia menilai prospek asuransi syariah masih akan terus ada di tahun 2020, mengingat segmen syariah di Indonesia masih terus tumbuh yang terbukti dari meningkatnya investasi dan dana tabarru di tahun 2019.

Chief Executif Officer Generali Indonesia Edy Tuhirman bilang pada masa pandemi ini nasabah berlomba-lomba saling membantu untuk meringankan beban hidup mereka yang terdampak secara ekonomi. 

Lantaran lewat produk iPLAN Syariah dan iSalaam yang keduanya dilengkapi dengan fitur wakaf, ini bisa menjadi salah satu langkah untuk memudahkan ibadah bagi masyarakat muslim sekaligus mendapatkan perlindungan asuransi. 

“Untuk pencapaian target kami masih belum ada perubahan dari sisi bisnis, walaupun daya beli masyarakat saat ini kami akui ada pelemahan dan kemungkinan bisa berdampak terhadap pencapaian target. Namun kami tetap optimistis dalam mempertahankan pencapaian kami secara finansial,” ujar Edy kepada Kontan.co.id pada Selasa (7/7).

Ia mengaku perkembangan unit usaha syariah Generali tumbuh baik di kuartal I-2020. Ia mengaku laba setelah pajak dari unit usaha syariah tumbuh 11% yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Ia menyebut hal ini membuktikan semakin tumbuhnya minat masyarakat terhadap produk syariah.

Merujuk laporan keuangan unit Syariah Generali tercatat kontribusi (premi) bruto senilai Rp 8,85 miliar hingga Maret 2020. Nilai itu tumbuh signifikan 66,04% yoy dibandingkan kuartal pertama 2019 senilai Rp 5,33 miliar.

Edy menyatakan pada produk asuransi konvensional, pendapatan premi senilai Rp762,24 miliar hingga Maret 2020. Nilai itu tumbuh 10,37% year on year dibandingkan kuartal pertama 2019 senilai Rp 690,64 miliar.

Baca Juga: Garap asuransi syariah, Zurich General Takaful Indonesia ditargetkan beroperasi 2021

Begitu pun dengan PT Asuransi Allianz Life Indonesia yang mampu membukukan Pendapatan Premi Bruto 8,1% lebih besar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, serta total aset yang juga meningkat sebesar 1,1% dibandingkan kuartal I 2019.

Pimpinan Unit Usaha Syariah Allianz Life Indonesia, Yoga Prasetyo bilang hal ini membuktikan bahwa ekonomi syariah saat ini telah menjadi arus baru dalam perekonomian global. Ia menyebut Indonesia dengan populasi umat muslim terbesar di dunia namun tingkat penetrasi asuransi syariah di masyarakat relatif masih rendah.

Data yang diperoleh dari Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) 2019 yang diselenggarakan OJK, ditemukan bahwa inklusi keuangan syariah baru mencapai 9%.

Oleh karena itu, dalam rangka mendukung program pemerintah dalam meningkatkan penetrasi asuransi dan literasi keuangan, Allianz Life Syariah terus berinovasi membuat ragam produk asuransi serta rangkaian inisiatif yang relevan, sesuai dengan tren dan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Wakaf Allianz Smart Point.

Artikel Asli