Asing Bangun Kapal, Modus Baru Pencurian Ikan Ilegal di Laut RI

Okezone.com Dipublikasikan 06.02, 17/09/2019 • Giri Hartomo
Asing Bangun Kapal, Modus Baru Pencurian Ikan Ilegal di Laut RI
KKP menemukan modus kecurangan baru dari kapal-kapal asing untuk bisa kembali melaut di perairan Indonesia.

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menemukan modus kecurangan baru dari kapal-kapal asing untuk bisa kembali melaut di perairan Indonesia. Salah satu contohnya dengan membeli atau membangun kapal-kapal lokal.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, sudah ada muncul di beberapa daerah kapal-kapal asing yang membeli kapal lokal agar bisa mengambil ikan di perairan Indonesia. Titik-titik munculnya kapal baru itu yakni di Sibolga dan Kuala Tanjung Sumatra Utara, Lampung, Jambi, Batam, dan kawasan Pantura, Pulau Jawa.

"Itu adalah sebuah indikasi yang harus kita waspadai. Kapal-kapal ini hanya akan menjadikan sumber daya alam kita diambil secara eksploitatif dan ekstraktif," ujarnya dalam acara Rakornas Satgas 115 di Kementerian KKP, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Menurut Susi, hal ini sangat merugikan nelayan Indonesia. Apalagi kapal-kapal yang dibuat itu menggunakan alat tangkap trawl yang jelas dilarang pemerintah.

“Ini sangat masif dan banyak dan modus mereka untuk masuk. Saya mohon seluruh instansi memperhatikan ini," ucapnya.

Dengan melihat contoh itu saja lanjut Susi kapal-kapal yang dibuat pihak asing tidak akan memikirkan keberlanjutan sumber daya perikanan nasional. Para kapal asing ini sengaja hanya ingin mengeruk kekayaan laut Indonesia saja

 

Nelayan

Ke depan lanjut Susi, pemerintah akan lebih concern lagi terkait modus ini. Sebab, sesuai aturan pihak asing dilarang berinvestasi atau melakukan bisnis penangkapan ikan di perairan Indonesia.

“Kita ingin laut yang merupakan 71% wilayah Indonesia memberikan kesejahteraan bagi nelayan dan masyarakat," katanya.

 

Nelayan

Asal tahu saja, sesuai peratutan yang berlaku perusahaan asing dilarang berinvestasi untuk sektor hulu perikanan tangkap. Namun, investor asing diberikan ruang sebesar-besarnya dalam berinvestasi di level midstream atau hilir. Terutama dalam pembangunan industri pengolahan ikan hingga pendirian cold storage di pelabuhan untuk menyimpan hasil tangkapan nelayan.

Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Artikel Asli