Asap Indonesia Mulai Ganggu Roda Ekonomi Malaysia

Okezone.com Dipublikasikan 08.00, 16/09/2019 • Rizqa Leony Putri
Asap Indonesia Mulai Ganggu Roda Ekonomi Malaysia
Panas dingin hubungan diplomatik antara Malaysia dan Indonesia terus terjadi.

JAKARTA – Panas dingin hubungan diplomatik antara Malaysia dan Indonesia terus terjadi. Kali ini hubungan kedua Negara mulai terusik setelah hadirnya asap.

Setelah Menteri Lingkungan Hidup Malaysia dan Indonesia bahas mengenai tanggung jawab kabut asap, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kini punya rencana lain.

Mahathir ingin membahas topik tersebut secara pribadi dalam sepucuk surat kepada Presiden Indonesia Joko Widodo.

"(Mahathir) telah setuju untuk menulis surat kepada Presiden Jokowi untuk memberikan perhatiannya pada masalah kabut lintas batas ini," ujar Menteri Lingkungan Hidup Yeo Bee Yin seperti dilansir Business Insider, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Menteri Yeo mengatakan bahwa Malaysia telah "menerima kerjasama yang baik" dari perwakilan Kedutaan Besar Indonesia atas masalah ini. Menteri Yeo menambahkan, Malaysia berharap Indonesia akan bertanggung jawab atas kebakaran hutan yang terjadi.

 

Kabut Asap

Berikut beberapa potret kabut asap yang juga terjadi, yang mulai menggagu roda ekonomi di Malaysia.

1. Malaysia telah dilanda kabut asap yang semakin memburuk dengan adanya debu dan udara penuh asap sejak 5 September. Udara di lebih dari 20 area telah memasuki zona "tidak sehat", yang berarti indeks polusi udara telah mencapai antara 101 hingga 200.

2. Situasinya yang ada sangat mengerikan. Sehingga Malaysia telah melarang semua pembakaran terbuka dan meluncurkan operasi penyemaian awan di Sarawak. Raja bahkan mengeluarkan pernyataan pada tanggal 12 September untuk menghindari keluar rumah, serta minum setidaknya delapan gelas air sehari.

 

Kabut Asap

3. Langit Kuala Lumpur telah ‘menghilang’ di balik kabut pada 11 September, meskipun beberapa turis yang percaya diri berusaha untuk berfoto selfie dengannya.

4. Pada tanggal 12 September, para wisatawan masih mengantre ke tempat-tempat wisata seperti Menara KL dan Menara Kembar Petronas. Sebelumnya, dilakukan pembagian masker kepada para pengunjung di Sky Deck.

5. Sebanyak 19 sekolah di KL menangguhkan kelas pada Kamis (12 September), disusul 29 sekolah di Selangor, 16 sekolah di Rompin, 3 sekolah di Klang, serta 409 sekolah di Sarawak, yang merupakan salah satu daerah yang paling parah terkena dampaknya. Pemerintah juga membagikan lebih dari 50.000 masker wajah kepada siswa.

6. Singapura juga terkena dampak menyebarnya kabut ke seluruh wilayah kota. Pemerintah memperingatkan warga pada 13 September bahwa perubahan arah angin dapat mengakibatkan situasi yang sama buruknya dengan Malaysia.

 

Kabut Asap

7. Malaysia menyalahkan kabut asap pada kebakaran hutan di wilayah Indonesia di Sumatra dan Kalimantan, beberapa di antaranya disebabkan oleh teknik tebang dan bakar secara tradisional untuk membuka lahan untuk pertanian.

8. Jumlah titik kebakaran di Kalimantan dan Sumatra lebih dari 1.000. Di provinsi Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kabut asap menyebabkan seluruh jalan tampak keruh dan putih sejak 6 September.

9. Sejumlah kota di Indonesia juga diselimuti kabut asap, seperti Pekanbaru di provinsi Riau.

10. Dalam upaya untuk mengakhiri kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia telah merekomendasikan semua masjid di negara itu untuk berdoa supaya turun hujan, yang disebut solat istisqa. Doa serupa diadakan oleh umat Islam di Indonesia pada 11 September.

Artikel Asli