Asal Usul Kata dalam Bahasa Indonesia

kumparan Dipublikasikan 04.21, 18/10/2019 • Zenius Education
Ilustrasi belajar Foto: Pixabay

Jakarta, 18 Oktober 2019 - Etimologi adalah cabang linguistik yang mempelajari mengenai asal muasal sebuah kata yang dikaji secara serius oleh para linguis. Etimologi berasal dari bahasa Yunani (etymos=kata dan logos=ilmu), yang bisa berarti penyelidikan asal-usul kata, serta perubahan bentuk dan maknanya.

Dalam artikel kumparan kali ini, Zenius akan membahas mengenai asal usul kata dalam bahasa indonesia. Pada tahun 1999, Pusat Bahasa menerbitkan buku ‘Senarai Kata Serapan Dalam Bahasa Indonesia’. Isi dalam buku itu menjabarkan bahwa ada 10 donor bahasa Indonesia: Belanda (3.280 kata), Inggris (1.610 kata), Arab (1.495 kata), Sansekerta-Jawa Kuno (677 kata), China (290 kata), Portugis (131 kata), Tamil (83 kata), Parsi/Persia (63 kata) dan Hindi (7 kata).

Donor 1: Bahasa Belanda

Meskipun banyak terserap ke dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Belanda tidak menjadikan bahasa resmi dikarenakan Bahasa Melayu sudah terlanjur mengakar kuat. Meskipun tidak menjadi bahasa resmi, bahasa ini tetap menjadi donor nomor wahid di Bahasa Indonesia karena faktor waktu (lamanya bercokol di nusantara) dan keterpakaian dalam bidang administrasi serta politik, sehingga bahasa ini semakin berpengaruh di abad 19 dan paruh awal ke-20. Faktor imigrasi besar-besaran warga dari Belanda juga menjadi pemicunya.

Berikut contoh kata yang diserap dari Bahasa Belanda:

  • Dieet - Diet

  • Effectief - Efektif

  • Fanatiek - Fanatik

  • Frikandel - Perkedel

  • Kamer - Kamar

Donor 2 : Bahasa Inggris

Saat pemerintahan Presiden Soeharto, berbagai kerjasama dagang dan pendidikan dibuat Soeharto yang tidak sabar untuk membangun Indonesia yang maju seperti barat, lalu memutuskan untuk impor aneka pengetahuan dari barat. Hasilnya, sangat banyak para sarjana dan ilmuwan kita yang dikirim untuk studi ke negara-negara Amerika dan Eropa.

Tidak hanya itu, banyak juga buku-buku pengetahuan dan teknologi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa Inggris. Selain itu, budaya popular barat pun semakin kental di Indonesia. Mau tidak mau, hal ini berdampak terhadap penyerapan bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia.

Berikut contoh kata yang diserap dari bahasa Inggris:

  • Boycott - Boikot

  • Euphoria - Euforia

  • Heroic - Heroik

  • Jerrycan - Jeriken

  • Supply - Suplai

Donor 3: Bahasa Arab

Russel Johns, linguis yang telaten mengurus etimologi, mengutarakan bahwa Bahasa Arab baru benar-benar diserap ke dalam Bahasa Melayu pada abad ke-16. Berikut contoh kata yang diserap dari Bahasa Arab:

  • ajāʾib - ajaib

  • dāʾira - daerah

  • Hadiyya - Hadiah

  • Ijāza - Ijazah

  • Khabar - Kabar

Donor 4: Bahasa Sansekerta

Dari bahasa ini, kita menyerap 775 kata. Berikut contoh kata yang diserap dari Bahasa Sansekerta:

  • Bhāgya - Bahagia

  • Gambhīra - Gembira

  • Maharddhika - Merdeka

  • Vanitā - Wanita

  • Viśuddha - Wisuda

Donor 5: Bahasa Cina

Sebagian besar Bahasa Cina yang diserap ke dalam Bahasa Indonesia tidak jauh-jauh dari makanan dan minuman. Bahasa Cina yang berkunjung ke nusantara pun diambil dari dialek Hokyan. Berikut contoh kata yang diserap dari Bahasa Cina:

  • 肉麵 bah mīn - Bakmi

  • 肉丸 bah oân - Bakwan

  • 肉酥 bah so - Bakso

  • 伽籃公 ch’ai lang kung - Jelangkung

  • ka tsóah - Kecoak

Dari uraian di atas, kita bisa melihat bahwa kehadiran bangsa asing dapat berdampak terhadap bangsa yang ditujunya. Entah itu berdampak terhadap kehidupan politik, ekonomi, agama, dan yang tak kalah penting, budaya. Di dalam budaya sendiri , hadir bahasa. Itu juga berdampak pada semakin kayanya kosakata yang digunakan pada masyarakat Nusantara saat dulu dan Indonesia saat ini.

Sebenarnya, masih ada lima negara lagi yang menjadi donor serapan kata kata bahasa Indonesia yang bisa dikunjungi artikelnya di blog Zenius. Apabila pembaca ingin membaca lebih lengkap artikel mengenai asal usul kata bahasa Indonesia di Zenius blog, pembaca dapat mengunjunginya di link berikut:

Artikel Asli