Asal Usul 10 Steps Skincare Korea, Ternyata Sudah Dimulai Sejak 60-an lho!

LINE TODAY Dipublikasikan 03.44, 07/07/2020

Bagi kamu yang suka dengan skincare, pasti sudah tidak asing dengan istilah 10-steps-skincare atau 10 langkah perawatan kulit ala Korea. Rutinitas ini adalah tentang melapisi produk hidrasi yang tepat untuk mempertahankan tingkat kelembaban yang pas sepanjang hari. Setiap langkah memiliki tugasnya sendiri dalam membantu kulitmu terasa lebih muda, lebih sehat dan bersinar dari dalam. 

Tapi, tahukah kamu, walaupun namanya 10 steps skincare, tidak berarti kamu harus melakukan 10 langkah tersebut setiap hari lho. Menurut Charlotte Cho, pendiri SokoGlam, 10 steps ini lebih banyak tentang eksplorasi ragam produk yang dapat digunakan untuk kulitmu yang disesuaikan dengan masalah dan jenis kulit setiap orang. Ten steps skincare juga lebih seperti panduan untuk membantumu menemukan produk mana yang paling cocok untuk kulitmu. 

Picture source: ksisters.sg

Bagi orang Korea sendiri, karena mereka tinggal di negara dengan 4 musim, perubahan musim seringkali membawa pengaruh buruk untuk kulit, salah satunya membuat kulit jadi cepat kering dan iritasi. Saat musim panas, temperatur bisa jadi sangat tinggi sehingga membuat kulit jadi mudah iritasi karena sinar matahari, sedangkan pada saat musim dingin, kulit sangat mudah untuk menjadi kering dan bahkan bersisik. Jadi, bagi orang Korea, melakukan layering jadi sangat penting agar kulit dapat mendapatkan hidrasi dan nutrisi yang dibutuhkan. 

10-steps-skincare juga terkenal dengan ragam produk seperti cleanser, essence, serum, moisturizer serta sunscreen. Tapi, darimana orang Korea mulai menjadi familiar dengan istilah tersebut? Ternyata, tren perawatan wajah multi-langkah sudah cukup populer sejak tahun 1960-an lho. Saat itu, perawatan wajah dilakukan dari rumah, dimana para wanita Korea harus menelepon dan membuat janji dengan salah satu beauty consultant agar mereka bisa datang kerumah. Beauty consultant kemudian datang dengan membawa tas besar yang diisi dengan berbagai produk perawatan kulit yang berbeda serta menawarkan perawatan wajah gratis dari produk-produk tersebut. 

Picture source: abeautyedit.com 

Selain memberikan treatment seperti face massage dan juga masker, beauty consultants ini akan merekomendasikan rutinitas multi-langkah dengan produk-produk mereka, mulai dengan beberapa pembersih untuk menghilangkan makeup dan membersihkan secara mendalam dan mengelupas kulit, toner, essence, serum dan ampoule, masker perawatan, pelembab, sampai ke krim mata. Direct selling atau penjualan langsung ini menjadi salah satu alasan mengapa rutinitas perawatan kulit multi-langkah menjadi populer secara budaya. Selain itu, tren ini juga memainkan peran penting sebagai bentuk edukasi ragam produk kecantikan dan juga memasarkan produk mereka dengan efektif. Sampai sekarang, free samples juga jadi salah satu bentuk pemasaran beauty products yang efektif di Korea. Kalau kamu pernah berbelanja skincare di gerai-gerai di Korea, biasanya mereka akan menyisipkan free samples dari merek-merek lain. 

Lihat postingan ini di Instagram

Here's yesterday's AM & PM routines + a hint of this weekend's upcoming review!😆 AM routine: 🌞 @glossier Milky Jelly cleanser 🌞 @paulaschoice 2% BHA + BHA body spray on scalp and body 🌞 @holysnails gudebutt concoction. I think this might be a variant of #snowshark, idk, she sends me prototypes and I slather them on my face and make NSFW noises 🌞 @jungsaemmool11 Essential Mool essence 🌞 #JoseonCream, back in rotation now that I've switched to a drying BHA 🌞 @goodalbeauty Mild Protect Natural Filter sun cream, SPF50+ PA+++ 🌞 @heroinemake Lasting Base makeup primer SPF50+ PA++++ 🌞 @sulwhasoo_us Evenfair Perfecting cushion in #13, in a LE Peony case 🌞 @glossier Boy Brow eyebrow mascara … gel thing 🌞 @jsmbeauty_ High Chroma lipstick PM routine: 🌙 @cremorlab_kr Gel Oil cleanser 🌙 @cosrx Low pH Good Morning cleanser 🌙 Repeats of the #paulaschoice, #holysnails, and #jungsaemmool products 🌙 #LoveMore Yurong #sheetmask 🌙 Repeat of the #BeautyofJoseonCream Normally I'd just use BHA once, but I needed to sure those pores were cleared out! #kbeauty #koreanbeauty #instabeauty #skincareroutine #skincareaddict #thesnailcast #snailunit #🐌🐌🐌🐌 #rasianbeauty

Sebuah kiriman dibagikan oleh Snow White and the Asian Pear (@snowwhiteandtheasianpear) pada 4 Sep 2016 jam 5:24 PDT

10-steps-skincare juga ada erat kaitannya dengan standar kecantikan di Korea yang berfokus pada kulit wajah yang bercahaya secara alami, tampilan kulit lembab dan terlihat awet muda. Berfokus pada tampilan alami dan meningkatkan hidrasi kulit, ragam produk K-Beauty seperti lendir siput (snail mucin), dan berbagai macam krim seperti BB, CC, DD serta sleep mask diformulasikan untuk membuat kulit terlihat lembab dan bercahaya selama alami. Untuk mendapatkan hasil kulit seperti ini, tidak heran banyak orang Korea menganggap skincare sebagai tindakan pencegahan penuaan, bukan sebagai mengoreksi penuaan. Skincare juga sudah menjadi sebuah lifestyle yang sudah dimulai sejak usia anak-anak,sesimpel dengan mengaplikasikan moisturizer dan skincare ketika mereka harus pergi ke sekolah. 

Lihat postingan ini di Instagram

새해 복

Sebuah kiriman dibagikan oleh sonnaeun (@marcellasne_) pada 25 Jan 2020 jam 2:57 PST

Alasan lain mengapa 10-steps-skincare menjadi sebuah lifestyle di Korea karena walaupun dengan berbagai macam jenis produk seperti essence, serum, cleansers, moisturizer, sunscreen adalah urusan harga. Di Korea, skincare bukanlah kebutuhan mewah karena harga produk yang ditawarkan sangat terjangkau. Mereka bisa mendapatkan satu buah sheet mask berkualitas seharga satu buah minuman ringan. Pasar kecantikan Korea juga bisa diakses oleh siapa saja, termasuk anak sekolah karena mereka hanya perlu menyisihkan uang jajan untuk dapat membeli skincare (tentunya bukan merek premium). Permintaan yang sangat tinggi dan biaya tenaga kerja yang cenderung rendah membuat pasar kecantikan Korea menjadi jenuh (saturated market) sehingga dapat menciptakan situasi eksplorasi produk yang lebih bervariasi dan harga yang lebih terjangkau. 

Myeongdong, Seoul salah satu pusat beauty products di Korea. 

Walaupun 10-steps skincaredi Korea sangat populer, banyak orang Korea yang kabarnya mulai beralih ke simplicityatau merampingkan langkah dan berfokus pada kandungan inti yang dibutuhkan wajah sajaSalah satu alasannya adalah orang Korea semakin sadar dengan konsep “body burden”atau beban tubuh, dimana istilah ini mengacu pada jumlah total bahan kimia atau bahan tertentu yang ditemukan di dalam tubuh. Dengan mengurangi jumlah bahan perawatan kulit yang digunakan, otomatis akan mengurangi jumlah bahan kimia yang diserap ke dalam tubuh. Selain itu, dengan jam kerja yang cukup panjang di Korea yaitu 9-10 jam per hari, sulit untuk mengaplikasikan multistepsdalam skincare. 

Wah, apakah artinya trend ‘minimalism” ini akan menjadi trend baru di Korea dan juga global? Let’s observe and see! 

Dapatkan informasi seputar skincare dan gaya masa kini dari LINE TODAY Life

Lihat postingan ini di Instagram

Ladies, tahukah kamu bahwa sebenarnya ada beberapa produk kecantikan yang justru tidak ada manfaatnya untuk kulit dan tubuhmu? ⁠ .⁠ Produk-produk ini sebenarnya hanya pelengkap dari rangkaian produk yang sudah hadir sebelumnya, tetapi dirilis sebagai bagian dari strategi penjualan semata⁠ .⁠ Beauty product apa saja kah itu? Klik link di bio ya!⁠ .⁠ #LINETODAYLife #Beautyou #beautyproduct #skincare #allaboutskincare

Sebuah kiriman dibagikan oleh LINE TODAY LIFE (@linetoday.life) pada 26 Jun 2020 jam 3:01 PDT

Artikel Asli