Arsenal Tak Kunjung Menang, Bellerin Kehilangan Kata-kata

kumparan Dipublikasikan 06.26, 06/12/2019 • Ganesha Arif
Hector Bellerin, kapten Arsenal. Foto: REUTERS/David Klein

Hasil minor kembali didapatkan Arsenal. Pada laga pekan ke-15 Premier League 2019/20 versus Brighton & Hove Albion, Arsenal takluk dengan skor 1-2.

Sebelum laga melawan Brighton ini, Arsenal gagal meraih delapan kemenangan berturut-turut. Optimisme bahwa rentetan laga tanpa kemenangan itu akan berakhir di pertandingan melawan Brighton membubung. Wajar, mengingat sang lawan bukanlah tim dengan kualitas papan atas dan laga diselenggarakan di markas Arsenal, Emirates Stadium.

Namun, kenyataan tak seindah harapan. Gol bek Brighton, Adam Webster, di menit ke-36 sudah menjadi pertanda bahwa laga ini tak akan berlangsung mudah buat Arsenal. Alexandre Lacazette sempat menyamakan kedudukan, tetapi gol Neal Maupay sepuluh menit jelang laga usai menuntaskan kemenangan Brighton.

Alhasil, rentetan laga tanpa kemenangan Arsenal bertambah ke angka sembilan. Dari situ, pelatih interim Arsenal, Freddie Ljungberg, sampai mengakui bahwa timnya sedang krisis kepercayaan diri.

Rasa frustrasi itu terpampang nyata dalam diri bek kanan Arsenal, Hector Bellerin. Pemuda asal Spanyol itu menyatakan bahwa timnya sudah berusaha keras, tetapi usaha itu tampak mengkhianati mereka.

“Saya tak tahu apa yang harus dikatakan. Menurut saya, apa pun yang kami lakukan, hasilnya tak memuaskan. Kami sudah memberikan segalanya. Kami membuat banyak kesempatan, kami bertahan dengan cukup baik. Namun, kami seperti butuh begitu banyak peluang untuk mencetak gol, sedangkan lawan mencetak gol dari tiap kesempatan yang mereka dapat,” ujar Bellerin kepada Amazon Prime.

“Jujur saja, saya kehilangan kata-kata,” lanjut sang bek kanan.

Eks pelatih Arsenal, Unai Emery, tentu paling bertanggung jawab atas rentetan kekalahan ini. Namun, Emery kini sudah tak bersama klub asal London Utara itu. Dengan begitu, Ljungberg-lah yang kini mendapat sorotan.

Tentu saja, tak adil untuk menilai Ljungberg hanya dari dua laga. Namun, kritikan tetap datang ke pria asal Swedia itu. Sam Dean dari The Telegraph menilai bahwa ada kekeliruan dalam skema pressing yang diterapkan Ljungberg.

Meskipun begitu, Ljungberg tetap mendapatkan dukungan dari pemain-pemainnya. Bahkan, menurut Bellerin, legenda Arsenal itu membantu dirinya dan rekan setimnya untuk melalui masa sulit setelah pemecatan Emery.

“Ljungberg membantu kami di pekan ini. Ia menyuntikkan energi yang besar di ruang ganti," ucap Bellerin.

Bellerin speechless melihat performa Arsenal. Foto: REUTERS/Eddie Keogh

Bellerin pribadi paham bahwa situasi Arsenal tengah sulit. Namun, eks pemain akademi Barcelona itu percaya bahwa timnya, dengan energi yang dibawa Ljungberg, bisa segera keluar dari periode sulit itu.

“Sepak bola terkadang seperti itu. Anda akan melewati periode bagus dan buruk. Saya memenangi trofi di sini, dan telah melalui musim yang baik dan buruk," katanya.

“Yang jelas,setiap pemain memberikan 100%. Ketika kami bermain, kami semua ingin menang. Saya merasa energi kami penuh, jadi hasil yang kami dapatkan sulit diterima. Namun, kami akan terus berusaha. Saya yakin 100% hasil yang kami inginkan akan datang,” pungkas Bellerin.

-----

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.

Artikel Asli