Aprisindo sebut tiga pabrik alas kaki hengkang dari Banten karena kenaikan UMK

Kontan.co.id Dipublikasikan 04.33, 17/11/2019 • Vendi Yhulia Susanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyebutkan kenaikan upah, khususnya upah minimum kota/kabupaten (UMK) mempengaruhi kinerja industri persepatuan Indonesia.

Eddy Widjanarko, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengaku, terdapat tiga pabrik persepatuan yang akan pindah dari Banten ke Jawa Tengah. Meski begitu, Ia enggan menyebutkan siapa saja pabrik yang hengkang tersebut. Yang terang, relokasi pabrik itu dilakukan karena naiknya UMP dan/atau UMK.

*Baca Juga: BPJS Watch sebut rencana pemerintah subsidi kelas 3 mandiri dinilai inefisiensi APBN *

"Pabrik yang pindah adalah pabrik-pabrik yang tujuannya ekspor," kata Eddy kepada Kontan.co.id, Jumat (15/11).

Lebih lanjut, Eddy mengklaim kenaikan upah yang terus menerus ini mengakibatkan ekspor sepatu menurun. Ia mengatakan tahun lalu ekspor sepatu mencapai US$ 5 miliar. "Kita ada penurunan ekspor dibanding tahun lalu kurang lebih sekitar 10%," ujar dia.

Eddy menyatakan, relokasi ini tidak perlu dipermasalahkan karena relokasi yang terjadi masih di wilayah Indonesia. Selain itu, Ia mengklaim relokasi ini juga berdampak pada pemerataan pembangunan. "Karena biasanya setiap ada pabrik sepatu kehidupan ekonomi berkembang," ucap dia.

Selain itu, Aprisindo berharap, pemerintah menyambut baik relokasi pabrik ini yakni dengan kemudahan perizinan, kemudahan terkait urusan tanah, dan hal-hal lainnya. Kemudian, pemerintah dapat membuat balai latihan kerja dan kondusifnya keamanan di tempat usaha.

*Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan naik, Mitra Keluarga optimalisasi ketersediaan obat generik *

Di samping itu, Eddy menyetujui rencana pemerintah ihwal penghapusan UMK. Menurutnya, penghapusan UMK itu memudahkan dunia usaha dalam sistem pengupahan.

Aprisindo mencatat, sejak dua tahun lalu, terdapat 47 perusahaan persepatuan yang merelokasi pabriknya. Dari jumlah itu, 22 perusahaan yang melakukan relokasi sebelumnya berada di Banten.

Artikel Asli