Apple Tidak Tertarik Membeli TikTok

Tagar.id Dipublikasikan 06.11, 05/08
Apple Tidak Tertarik Membeli TikTok

Jakarta - Apple menyatakan tidak tertarik mengakuisisi TikTok, meskipun ada laporan dari situs Axios yang menyebut perusahaan teknologi itu sebagai pembeli potensial aplikasi milik Beijing ByteDance Technology asal China tersebut.

Dikutip dari laman The Verge, Rabu, 5 Agustus 2020, Apple menyebut bahwa hingga saat ini tidak ada pembicaraan untuk mengakuisisi TikTok, dan tidak memiliki rencana untuk mencapai kesepakatan seperti itu.

Microsoft mengumumkan pada hari Minggu lalu bahwa dalam pembicaraan untuk membeli operasional TikTok di Amerika Serikat (AS), Kanada, Australia, dan Selandia Baru, sebagaimana dipandu oleh Presiden Trump. 

Ada spekulasi panas tentang pembeli potensial lainnya untuk aplikasi tersebut. Laman Axios juga melaporkan ada kepentingan ekuitas swasta yang signifikan dalam pembelian, dan Microsoft telah menyatakan akan terbuka untuk investor minoritas sebagai bagian dari kesepakatan.

Kesepakatan seperti itu tidak biasa bagi Apple, yang secara luas kritis terhadap iklan yang ditargetkan, praktik di pusat bisnis TikTok. Pada saat yang sama, Microsoft telah mencoba beberapa kali untuk meluncurkan pesaing ke Facebook dan YouTube, dan beberapa berpendapat bahwa akuisisi TikTok akan memberikan perusahaan pijakan yang dibutuhkan dalam jejaring sosial.

Sebelumnya, Preisden Trump menyatakan akan menutup TikTok pada 15 September kecuali Microsoft atau perusahaan teknologi lainnya bisa membeli aplikasi tersebut dari perusahaan induknya Beijing ByteDance Technology di China.

Trump pun menyatakan bahwa negara, melalui Kementerian Keuangan, akan mendapat porsi yang substansial dari kesepakatan bisnis tersebut.

Presiden Trump tidak menjelaskan maksud bagian tersebut, tetapi mengibaratkan hubungan pemerintah AS dengan perusahaan seperti pemilik rumah dan penyewa. Apabila tidak ada yang menyewakan rumah, maka penyewa tidak punya apa-apa.

Trump yakin bahwa Microsoft atau perusahaan "besar", "aman", dan "sangat Amerika" lainnya harus membeli TikTok sepenuhnya, bukan hanya operasional di AS, Kanada, Australia dan Selandia Baru.

Dia beralasan jika membeli hanya 30 persen akan rumit. Presiden Trump menilai akan lebih mudah mengurusi TikTok apabila Microsoft membeli seluruh saham TikTok daripada hanya 30 persen.

Microsoft dalam unggahan di blog soal pembelian TikTok menyatakan langkah bisnis ini untuk memberikan keuntungan ekonomi yang layak untuk AS, termasuk Kementerian Keuangan.

Wacana pemblokiran TikTok dan pembelian aplikasi tersebut oleh Microsoft bergulir sejak beberapa hari ini, tapi belum ada keputusan yang mengikat tentang hal tersebut.[]

Artikel Asli