Api Berkobar Lagi di Gedung SMK Yadika 6 Bekasi

Tempo.co Dipublikasikan 07.30, 19/11/2019 • Martha Warta Silaban
Kebakaran di Gedung SMK Yadika 6, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Senin 18 November 2019. Kebakaran sekolah itu menyebabkan 16 guru dan siswa terluka, dua di antaranya luka berat karena nekat melompat dari ketinggian. Tempo/Adi Warsono
Api kembali muncul di gedung SMK Yadika 6, Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Selasa, 19 November 2019.

TEMPO.CO, Bekasi -Api kembali muncul di gedung SMK Yadika 6, Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Selasa, 19 November 2019. Padahal, pemadaman kebakaran di gedung empat lantai tersebut telah selesai kemarin malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Berdasarkan pengamatan Tempo, api mulai muncul kembali sekitar pukul 12.20 WIB. Titik berada di lantai dua sisi paling kanan. Ruangan itu merupakan laboratorium komputer. Api semakin membesar dan sekolah segera menghubungi pemadam kebakaran.

Munculnya api ini pertama kali diketahui oleh warga setempat yang melihat sisa kebakaran dari luar pagar. Awalnya tampak asap hitam pekan keluar dari ruangan. Tak lama kemudian tampak api berkobar cukup besar. Warga yang melihat spontan berteriak kalau masih ada api di dalam gedung tersebut.

Sejumlah upaya pemadaman dengan alat seadanya dilakukan. Pertama kali yang dilakukan adalah melempar kaca jendela supaya ada ventilasi. Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Sampai berita dibuat pukul 13.15 WIB, petugas masih berupaya memadamkan api di satu ruangan tersebut.

"Mungkin karena cuaca yang cukup panas, kemudian ada sisa bara api di dalam, jadi api kembali muncul," kata Syahrul Saleh, warga yang melihat api kembali berkobar, Selasa, 19 November 2019.

Gedung SMK Yadika terbakar pada Senin kemarin mulai pukul 15.30 WIB. Dinas Pemadam Kebakaran menyebut, sumber api berasal dari ruangan di lantai satu belakang bagian kanan. Api lalu menjalar ke seluruh ruangan di lantai 1, 2, dan 3. Ketika kebakaran aktivitas belajar masih berlangsung. Sehingga, ada belasan siswa dan guru dilaporkan luka-luka.

Artikel Asli